Analisis Analisis Tata Laksana Fraktur Distal Radius Dan Os Skafoid Pergelangan Tangan Pada Populasi Aktif
Pendahuluan Metode Penelitian Hasil Penelitian Pembahasan Kesimpulan dan Saran Analisis Tata Laksana Fraktur Distal Radius Perbandingan Tata Laksana Konservatif dan Operatif pada Fraktur Os Skafoid Mekanisme Cedera dan Akurasi Diagnosis pada Fraktur Pergelangan Tangan Evaluasi Efektivitas Fiksasi Internal pada Fraktur Distal Radius Tingkat Penyembuhan dan Komplikasi pada Fraktur Os Skafoid
##doi.readerDisplayName##:
https://doi.org/10.24114/gsed7j93##article.abstract##
Fraktur pergelangan tangan, khususnya Fraktur Distal Radius (FDR) dan Fraktur Os Skafoid, merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi pada populasi aktif, seperti atlet. Fraktur FDR sering terjadi akibat jatuh dengan tangan terentang (FOOSH), sementara fraktur skafoid memiliki risiko tinggi komplikasi non-union dan avascular necrosis (AVN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme cedera, akurasi diagnosis, dan perbandingan tata laksana konservatif versus operatif pada fraktur pergelangan tangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan fokus pada penelitian dari 2018 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fiksasi internal dengan volar locking plate pada FDR yang tidak stabil memberikan hasil fungsional lebih baik dibandingkan tata laksana konservatif. Sementara itu, fraktur skafoid yang bergeser memerlukan fiksasi sekrup perkutan untuk mencapai tingkat penyembuhan yang optimal. Kesimpulannya, tata laksana individual sangat penting, dengan intervensi bedah minimal invasif menjadi pilihan utama pada kasus fraktur yang kompleks.
Kata Kunci: Fraktur Distal Radius, Fraktur Skafoid, Cedera Pergelangan Tangan, Tata Laksana Operatif, Volar Locking Plate.






