Analisis Kapasitas Petani Kopi Gayo Dalam Praktik Pasca Panen Kopi

Authors

  • Mega Agustiana Paath Master of Development Studies, Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara
  • R. Hamdani Harahap Development Studies, Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara
  • Bengkel Bengkel Political Sciences, Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara
  • Irfan Simatupang Social Anthropology, Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara
  • Lina Sudarwati Sociology, Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.24114/fydwgs23

Keywords:

Kopi Gayo, Kapasitas Petani, Praktik Pasca Panen, Good Handling Practices (GHP), Relasi Petani–Tauke

Abstract

Penelitian ini menganalisis kapasitas petani kopi Gayo dalam penerapan Good Handling Practices (GHP) pada praktik pascapanen dengan menyoroti pengaruh relasi sosial-ekonomi antara petani dan tauke sebagai faktor penentu dalam sistem produksi kopi di Aceh Tengah. Menggunakan kerangka capacity development (UNDP) dan konsep ekonomi moral petani (Scott), penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi di tiga desa, Bintang Kekelip, Blang Gele, dan Linung Bulen I, Kab. Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas petani bervariasi pada tiga tingkatan yaitu rendah, menengah, dan tinggi, di mana sebagian besar petani memahami GHP secara normatif namun terkendala oleh keterbatasan teknis, sarana pengolahan, dan tekanan ekonomi. Relasi antara petani dan tauke memperkuat ketergantungan struktural yang mendominasi harga, modal, dan akses pasar, sekaligus membatasi inovasi pascapanen. Meskipun demikian, ada petani yang menunjukkan potensi adaptif melalui eksperimen pengolahan dan pembelajaran mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu dan kapasitas petani kopi Gayo tidak hanya menuntut intervensi teknis, tetapi juga penguatan kelembagaan lokal, pendampingan berkelanjutan, dan transformasi relasi tauke–petani menuju kemitraan yang lebih adil dan partisipatif.

References

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan petani: Peran dan strategi penguatan kapasitas petani. Jurnal Penyuluhan, 7(2), 102–114.

Amaruzaman, S., Darmawan, B., & Hidayat, T. (2021). Implementation gaps in good handling practices of smallholder coffee farmers. Journal of Agricultural Postharvest Research, 13(1), 35–46.

Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia. (2025). Laporan pasar kopi Indonesia 2025. AEKI.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tengah. (2025). Kabupaten Aceh Tengah dalam angka 2025. BPS Kabupaten Aceh Tengah.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Geertz, C. (1963). Agricultural involution: The processes of ecological change in Indonesia. University of California Press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Google Maps. (2025). Peta Kabupaten Aceh Tengah. https://www.google.com/maps

Harahap, R., Siregar, M., & Nasution, A. (2024). Market structure and price formation in Indonesian coffee supply chains. Agricultural Economics Journal, 12(1), 45–59.

Hardita, I. K., & Arisena, G. M. K. (2023). Implementation of good handling practices and their effect on coffee bean quality. Jurnal Teknologi Pertanian, 14(2), 85–94.

Lubis, R., Nasution, H., & Siregar, D. (2022). Patron–client relationships and their effects on farmers’ decision making in coffee agribusiness. Journal of Rural Sociology, 8(3), 210–222.

Metafindo. (2024). Standar mutu pascapanen kopi Indonesia. Metafindo Press.

Morgan, P. (2006). The concept of capacity. European Centre for Development Policy Management.

Nazaruddin, N., Syam, A., & Hadi, S. (2022). Structural inequality in coffee value chains and its impact on smallholder farmers. Journal of Agribusiness and Rural Development, 14(2), 85–96.

Neilson, J. (2007). Institutions, the governance of quality, and on-farm value retention for Indonesian specialty coffee. Singapore Journal of Tropical Geography, 28(2), 188–204.

Permatasari, D. (2018). Middlemen domination and farmers’ bargaining position in Indonesian coffee trade. Journal of Agricultural Economics, 10(1), 21–30.

Purnomo, H. (2018). Power asymmetry in coffee marketing chains in Indonesia. Journal of Agrarian Change, 18(3), 567–579.

Rahmawati, D., Wibowo, A., & Santoso, H. (2020). The effect of post-harvest standards adoption on physical and sensory quality of Arabica coffee. Journal of Food Quality, 2020, 1–10.

Rauf, A., Saparuddin, S., & Kasmawati, K. (2019). Effectiveness of agricultural training and postharvest technology adoption among smallholder farmers. Journal of Extension and Development Studies, 7(1), 45–58.

Samrin. (2021). Peran komoditas kopi dalam peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat Gayo. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 115–127.

Sari, D. P., Wibowo, A., & Nugroho, B. (2021). Farmers’ capacity and sustainability of postharvest practices in coffee-based farming systems. Sustainability, 13(4), 1–15.

Scott, J. C. (1972). Patron-client politics and political change in Southeast Asia. American Political Science Association.

Scott, J. C. (1976). The moral economy of the peasant: Rebellion and subsistence in Southeast Asia. Yale University Press.

Sembiring, M., Tarigan, K., & Purba, J. (2020). Adoption of modern coffee processing technology and its effect on farmers’ income. Journal of Agribusiness Development, 7(2), 88–97.

Sudaryanto, T., Rusastra, I. W., & Simatupang, P. (2021). Integrating quality standards with local socio-economic conditions in Indonesian agriculture. Journal of Agribusiness Management, 9(2), 101–115.

Suryani, E., Mulyani, E. S., & Handayani, R. (2021). Institutional support and capacity building of coffee farmers in Indonesia. Journal of Rural Development Studies, 5(1), 23–34.

Triyudiana, F. (2022). Perlindungan indikasi geografis kopi Arabika Gayo dalam perdagangan internasional. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 29(1), 45–60.

UNDP. (2009). Capacity development: A UNDP primer. United Nations Development Programme.

White, B. (1983). Agricultural innovation and peasant decision-making in Java. Development and Change, 14(3), 345–370.

Wigboldus, S., Leeuwis, C., Klerkx, L., Schut, M., & Muilerman, S. (2010). Systems innovation and capacity development in smallholder agriculture. Journal of Agricultural Education and Extension, 16(2), 119–132.

Wolf, E. R. (1966). Peasants. Prentice-Hall.

Downloads

Published

2026-01-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Kapasitas Petani Kopi Gayo Dalam Praktik Pasca Panen Kopi. (2026). Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 11(2), 21-43. https://doi.org/10.24114/fydwgs23