Perkawinan Marga Serumpun Narasaon dalam Masyarakat Batak Toba: Antara Larangan Adat dan Realitas Sosial

Authors

  • Hidayat Hidayat Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan
  • Fadilla Nurul Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan
  • Winda Butar-butar Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.24114/mmc8hq31

Keywords:

Perkawinan Marga Serumpun, Pola Relasi, Sanksi Adat, Sanksi Sosial

Abstract

Penelitian ini menganalisis latar belakang perkawinan marga serumpun narasaon, pola relasi pasangan suami isteri perkawinan marga serumpun dan bentuk sanksi yang dialami suami isteri yang melangsungkan perkawinan marga serumpun di Desa Sigaol Barat. Penelitan ini menggunakan pendekatan dan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, pengamatan dan studi literatur. Dari hasil penelitian diketahui latar belakang perkawinan marga serumpun berkaitan dengan sejarah desa, komposisi demografis, kondisi geografis, kesamaan pekerjaan dan adanya chemistry pasangan. Pola perkawinan suami isteri marga serumpun naransaon berlangsung antara antara Manurung dengan Butar-Butar, Butar-Butar dengan Sirait, Sirait dengan Sitorus, Sitorus dengan Manurung, Sitorus dengan Butar-Butar, dan Manurung dengan Sirait. Perkawinan marga serumpun dalam adat Batak Toba diakui sebagai pelanggaran adat namun pelaksanaan sanksinya melemah dan tidak konsisten. Dahulu pasangan pelaku perkawinan semarga dijatuhi hukuman situtungon tu api sinong-nongon  tu aek dan diparsirang. Hukuman serupa dewasa ini tidak dilaksanakan. Sanksi adat berupa pembayaran denda menyembelih horbo janngut dan horbo nabontar dilaksanakan terbatas dan tergantung kemampuan dan kesediaan pelakunya. Sanksi sosial pelarangam terlibat dalam acara adat dilaksanakan tidak konsisten, temporer dan kondisional.  Lemahnya penegakan sanksi adat dan sanksi sosial berkaitan dengan keberadaan hukum adat yang kehilangan daya magisnya, sementara masyarakat berkembang dinamis yang disebabkan kemajuan pendidikan, terpaan komunikasi dan medsos yang intensif serta penetrasi modernisasi yang massif.

References

Aditama, Revan Akmal. (2020). Pengaruh Tingkat Pendidikan Suami Istri Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga (Studi di Desa Raman Endra Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur). Skripsi. IAIN Metro.

Afiatin, Tina, dkk. (2018). Psikologi Perkawinan dan Keluarga: Penguatan Keluarga di Era Digital Berbasis Kearifan Lokal. Yogyakarta: PT Kanisius.

Bascom, William, 1965, "The Forms Od Folklore: Prose Narratives" dalam American Folklore Society Vol. 78, No. 307 (March 1965): 3-20.

Bittles, AH 2003. Consanguineous Marriage and Childhoodhealth, Developmental Medicine and Child Neurology , Volume 45 , Issue 8 , August 2003 ,pp.571– 576 DOI: https://doi.org/10.1017/ S001216220300104X

Bittles A.H; C. Grant, S. G. Sullivan, & R. Hussain, 2002. Does Inbreeding Lead to Decreased Human Fertility? Annals of Human Biology Vol. 29, 2002- Issue2. https://doi.org/10.1080/0301 4460110 075657

Campbell, Joseph, dan Moyers, Bill, 1998, The Power of Myth, Doubleday, New York.

Coontz, S. (2005). Marriage, a History: How Love Conquered Marriage. New York: Viking.

Daniel, CB., John Q. P., Cari D.G., A. W. Lukas-zewski,: Brenda B., 2023. Modeling Mate Choice in a Small-Scale Community: Applying Couple Simulation in the U.S. and Conambo, Ecuador. Evolution and Human Behavior, Vol. 44, Issue 6, Nov. 2023, Pages 605-612

https://doi.org/10.1016/j.evolhumbehav. 2023.09.007.

Degenova, K.M. (2008). Intimate Relationship Marriages & Families, (7th edition). The McGraw-Hill Companies, Inc.

Duffy, M., & Wong, P. T. P. (2000). "The Humanistic Perspective on Close Relation-ships." Journal of Humanistic Psychology, 40(3), 36-55

Eliade, Mircea, 2002, Mitos Gerak Kembali yang Abadi: Kosmos dan Sejarah, Ikon Teralitera, Yogyakarta.

Fauyiani Daihanty Purba, 2019, “Penyelesaian Per-kawinan Semarga Menurut Hukum Adat Batak Toba (Studi di Desa Matiti Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara), Pactum Law Journal, Vol. 2 No. 02, Januari – Maret 2019, Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Fincham, F. D., & Beach, S. R. H. (2010). "Marriage in the New Millennium: A Decade in Review. Journal of Marriage and Family, 72 (3), 630-649.https:// doi.org/10.1111/j.1741-3737. 2010.00722.x

Guba E. (1978). Toward a methodology of naturalistic inquiry in educational evaluation. Centre for the Study of Evaluation (UCLA).

Guba E., Lincoln Y. (1982). Epistemological and methodological bases of naturalistic inquiry. Educational Communication &Technolgy, 30,233–252. https://doi.org/BFO BF02765185

Guba E. G., Lincoln Y. S. (1985). Effective evaluation: Jossey-Bass Publishers. Hadikusuma, Hilman, 2007. Hukum Perkawinan Indonesia Menurut: Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama. Bandung: CV. Mandar Maju.

Hutagaol, Friska Widawaty, 2021. Pernikahan Adat Suku Batak Toba, Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 2

Hadikusumo. (2003). Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Harahap, Ikhwanuddin. 2023. Perkawinan Adat Suku Batak Toba Dengan Minangkabau: Model Integrasi Budaya. Bogor: Penerbit Bypass.

Johnson, M. P., & Ferraro, K. J. (2000). "Research on Domestic Violence in the 1990s: Making Distinctions." Journal of Marriage and Family, 62(4), 948-963.

Lumbantobing, M Jacob, 1987. Patik dohot Uhum ni Halak Batak. Medan: Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Universitas HKBP

Manalu, Rosita dan dkk. (2023). Perkawinan Satu Marga (Perkawinan Adat Batak Angkola di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9 (13): 561-570.

Marpaung, F.I.M., "Pengaruh Pemberian Marga Dalam Adat Batak Toba Terhadap Orang-Orang Non Batak Toba", Sosiologi Agama, Universitas Kristen Duta Wacana, 2007.

Maulana, A. H. (2004). Konsep Kesetiaan dan Komitmen dalam Perkawinan Islam. Jakarta: Al-Huda Publishing.

Mobarak, Mushfiq; Chaudhry, Theresa; Brown, Julia; etl. 2019. Estimating the Health and Socioeco-nomic Effects of Cousin Marriage in South Asia. J Biosoc Sci. 2019 May; 5 (3):418-435. doi: 10.1017 / S0021932018000275.

Moleong, Lexi J. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muchtar, Desi Yustari. (2004). Analisis Hubungan Cinta Dengan Kepuasan Pernikahan. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Mulati. (2019). Keabsahan Perkawinan Sedarah Masyarakat Adat Batak Toba Menurut Hukum Adat. Hukum Jurnal Adigama, 1-26.

Nauly, Meutia, Fransisca, Vivi. 2015. Identitas Budaya Mada Mahasiswa Batak Toba yang Kuliah di Medan. Jurnal Psikologi Ulayat, Vol. 2, No. 1/Juni 2015, hlm. 364-380.Ok

Novelita, Maria. 2012. Gambaran Konflik pada Individu yang Menikah Semarga Suku Batak Toba. Skripsi tidak diterbitkan. Medan : PPs Universitas Sumatera Utara.

Pandiangan, L Elly. (2016). Analisis Hukum Per-kawinan Satu Marga Menurut Adat Batak Toba. Jurnal Hukum to-ra, 2(3): 453-462.

Pasaribu, D.M.P., Sukirno, Sri S.S. 2017. Perkem-bangan Sistem Perkawinan Adat Batak Toba di Kota Medan. Diponegoro Law Journal Vol. 6 No. 2 pp. 1-19. Jul. 2017. https://doi.org/ 10.14710/ dlj.2017.17017

Peursen, C. A. Van, 1992, Strategi Kebudayaan (Stre-tegie van de Cultuur), Cetakan ke-3, Kanisius, Yogyakarta.

Pohan, Muslim. 2018. Perkawinan Semarga Masya-rakat Batak Mandailing Migran di Yogya-karta. Jurnal Madaniyah, Vol. 8 Nomor 2 Edisi Agustus.

Putri E. Haes, 2019. Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Perkawinan Endogami Di Desa Tenganan Pegri-ngsingan Karangasem Dalam Perspektif Interaksi Simbolik. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 3, No. 2, Agustus 2019, https://journal. undiknas. ac.id/index.php/fisip/article/2187

Rangkuti, M.Y. 2021. Larangan Perkawinan Satu Marga Dalam Adat Batak Mandailing di Kabupaten MandailingNatal. https://digilib.uin-suka.ac.id.id.

Ritzer, George dan Dauglas,Goodman 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta Prenada Media.

Rochmawati, Diah Ayu Nur, 2016. Hubungan Perkawinan Endogami Dengan Kelainan Bawaan Lahir, Antro Unair dot Net, Vol.V/ No.2/Juli 2016.

Sartini, 2014. Mitos: Definisi Ekplorasi dan Fungsi-nya Dalam Kebudayaan. Jurnal Filsafat. Vol 24, No 2 (2014) https://doi.org/10.22146/jf.79660

Sembiring, Dody, 2019. Sanksi Perkawinan Semarga Menurut Hukum Adat Batak Toba Yang Dilakukan Di Kota Yogyakarta. Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. http://e-journal. uajy.ac.id /id/ eprint/17136.

Siaahan, Bisuk, 2005. Batak Toba: Kehidupan Di Balik Tembok Bambu. Jakrta: Kempala Foundation. ok

Siahaan, RN dan D. Amir. (2024). Perkawinan Semarga Pada Masyarakat Batak Toba di Desa Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 5 (1): 84-100.

Siahaan, David Andrian, 2016. Akibat Perkawinan Semarga Menurut Hukum Adat Batak Toba. Novum: Jurnal, Jil. 3 No.3. https://ejournal. unesa.ac.id/ index.php/novum/article/view/

Silalahi, Tommy Christian. (2021). Perkawinan Semarga Menurut Hukum Adat Batak Toba (Studi Kasus di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. JOM Fakultas Hukum Universitas Riau, 8(2).

Simanjuntak, Y.E; Yanzi, Hermi: Nurmalisa, Yunisca, 2017. Persepsi Masyarakat Batak Toba Terhadap Perkawinan Semarga di Bahal Gajah Sumatera Utara. https://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php.

Siamnjuntak, B.A, 2016. Struktur Sosial dan Sistem Politik Batak Toba. Hingga-1945. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.

Simbolon, (2017). Peranan Dalihan Na Tolu Dalam Hukum Perkawinan Adat Batak Toba. Bandar Lampung: Pactum Law Journal

Sitanggang, Melati Putri. (2019). Perkawinan Dengan Pariban Pada Masyarakat Batak Toba di Jambi. Riau: Journal Jom Fisip.

Sitorus, Soniya dan Malau W., 2024. Fenomena Larangan Perkawinan Semarga Pada Rumpun Marga Narasaon di Desa Parsaoran Sibisa Keca-matan Ajibata Kabupaten Toba.

https://www. researchgate.net/publication.

Soepomo, 2007. Bab-bab tentang Hukum Adat, PT Pradnya Paramita, Jakarta, 2007

Soerjono Soekanto, Hukum Adat Indonesia (Jakarta: Rajawali, 1990), hlm. 59-60

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta CV. Ok

Soerojo Wignjodipuro, 1995. Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat. Bandung, Alumni.

Sutiono, Agustinus, 2014, Utomo, dan Mahardika. (2022). Factors Occurrence at Work (Faktor-Faktor Terjadinya Asmara di Tempat Kerja). Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Tekno sosio-preneur, 1 (1) : 50-62.

Sprecher, S. (2001). "Equity and Consensus in Close Relationships." Journal of Social and Personal Relationships, 18(1), 115-136.

Suryani, Dini dan Sayuti, AT., 2021. Sanksi Adat Per-kawinan Semarga Masyarakat Batak Angkola Di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapa-nuli Selatan. Journal zaaken, Vol. 3 Nomor 1 Februari 2022. http://online-journal.unja.ac.id/

West, R. 2007. Marriage, Sexuality, and Consent. Boulder: Westview Press.

Widnyana, Made,1993. Kapita Selekta Hukum Pidana Adat. Bandung, Eresco.

Vergouwen, JC. 1986. Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba. Yogyakarta, LkiS.

Wignjodipuro, 1995.Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat. Bandung, Alumni.

Willoughby, B. J., Hall, S. S., & Luczak, H. P. (2015). "Marital Paradigms: A Conceptual Framework for Marital Attitudes, Values, and Beliefs." Journal of Family Theory & Review, 7(3), 245-275.

Downloads

Published

2026-01-04

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perkawinan Marga Serumpun Narasaon dalam Masyarakat Batak Toba: Antara Larangan Adat dan Realitas Sosial. (2026). Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 11(2), 1-20. https://doi.org/10.24114/mmc8hq31