Pergulatan Identitas Diaspora Komunitas Toraja- Kristen di Tawau Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.24114/antro.v10i1.68928Kata Kunci:
Diaspora, identity struggle, Toraja, TawauAbstrak
Penelitian ini mengkaji tentang pergulatan identitas diaspora Toraja di Sabah Malaysia. Diaspora Toraja di Malaysia merupakan kelompok minoritas di Kota Tawau negara bagian Sabah Malaysia. Malaysia sebagai negara dengan mayoritas muslim banyak memberlakukan aturan-aturan yang bernuansa Muslim. Oleh sebab itu, penulis meneliti bagaimana komunitas diaspora Toraja yang minoritas bergulat dengan identitasnya sebagai suku Toraja yang berasal dari Indonesia dan beragama kristen di Kota Tawau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi lapangan dan pustaka dengan menggunakan perspektif Etnografi Baru. Penulis menggunakan konsep Stuart Hall tentang identitas kultural untuk menunjukan bagaimana pembentukan identitas terjadi karena dua hal. Pertama, ada pemaknaan terhadap sejarah dan budaya yang sama. Kedua bagaimana komunitas tersebut bernegosiasi dengan kelompok yang lain. Penulis menemukan bahwa, orang-orang Toraja memiliki basis komunitas di Gereja Anglikan dan Basel di Tawau. Gereja Anglikan merupakan gereja pertama yang menjadi tempat komunitas Toraja, namun tidak menerima ketika orang Toraja melakukan ritus pada upacara kematian dalam hal ini badong karena dianggap berhala. Sedangkan Gereja Basel membuka ruang bagi orang Toraja untuk melakukan ritus kebudayaannya seperti mantunu dan ma’ badong. Orang- orang Toraja juga menggunakan simbol-simbol ke Torajaan dalam peribadatan sebagai imaji dari akar kebudayaan. Kesamaan dan akar sejarah memantik orang-orang Toraja di Tawau untuk bergabung di Gereja Anglikan dan Gereja Basel.
Referensi
Bauböck, Rainer, and Thomas Faist, eds.
2010. Diaspora and Transnationalism: Concepts, Theories and Methods.
Amsterdam: Amsterdam University Press.
Bigalke, Terance William. 2019. Sejarah sosial Tana Toraja. Translated by M. Yuanda Zara. Cetakan kedua.
Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Bumbungan, Apriadi. 2019. “Kompleksitas Narasi Nama Kampung Rama Di Kota Makassar.” Jakarta, Indonesia: Universitas Indonesia.
Hall, Stuart, David Morley, and Stuart Hall.
2018. Essential Essays. Stuart Hall, Selected Writings. Durham: Duke University Press.
Hana, Naufanita, Raden Maisa Yudono, and Ani Soetjipto. 2018. “ANALISIS WACANA DIASPORA INDONESIA: TINJAUAN KONSEPTUAL DALAM
HUBUNGAN INTERNASIONAL.” Jurnal
Kajian Wilayah 9: 90–108.
Jong, Edwin Bernardus Paulus de. 2013. Making a Living between Crises and Ceremonies in Tana Toraja: The Practice of Everyday Life of a South Sulawesi Highland Community in Indonesia. Verhandelingen van Het Koninklijk Instituut Voor Taal-, Land En Volkenkunde, volume 284. Leiden: Brill.
L. Parani, Julianti. 2015. Perantauan Bugis Abad Ke-18. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.
Oktafiani, Irin. 2019. “The Meaning of
Diasporic Identity: A Case of
Indonesian Community Overseas.” Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities 9, no. 2 (December):
147–56.
https://doi.org/10.14203/jissh.v9i2. 154.
Saukko, Paula. 2003. Doing Research in Cultural Studies: An Introduction to Classical and New Methodological Approaches. Introducing Qualitative Methods. London; Thousand Oaks, Calif: SAGE.
Sirua Sarapang, Simon. 2017. “BUGINESE MIGRATION: ADAPTABILITY IN MELAYU AND SOCIAL-ECONOMIC STABILITY (SOCIAL-ECONOMIC
HISTORICAL REVIEW).” Indonesina Platform Kebudayaan (blog). 2017. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
/bpnbsulsel/migrasi-orang-bugis- adaptasi-kemelayuan- danstabilitassosialekonomi-tinjauan- sejarah-sosial-ekonomi/.
Sunarti, Linda, Raisye Soleh Haghia, and Noor Fatia Lastika Sari. 2022. “The Bugis Diaspora in Malaysia: A Quest for Cultural Identity on Collective Memories through Social Media.” Cogent Arts & Humanities 9, no. 1 (December): 2066765.
https://doi.org/10.1080/23311983.2 022.2066765.
Suryanti, Suryanti, Ihsan Mz, and St
Rahmah. 2020. “Sejarah Diaspora Suku Bugis-Makassar Di Kalimantan Tengah.” Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan 8, no. 2 (November): 100. https://doi.org/10.24252/rihlah.v8i2
.15707.
Udasmoro, Wening, Setiadi Setiadi, and Aprillia Firmonasari. 2022. “Between Memory and Trajectory: Gendered Literary Narratives of Javanese Diaspora in New Caledonia.” International Journal of Interreligious and Intercultural Studies 5, no. 1
(June): 74–87.
https://doi.org/10.32795/ijiis.vol5.is s1.2022.2851.
Volkman, Toby Alice. 1984. “Great Performances: Toraja Cultural Identity in the 1970s.” American Ethnologist 11, no. 1 (February): 152–
69.
https://doi.org/10.1525/ae.1984.11. 1.02a00090.
———. 1985. Feasts of Honor: Ritual and Change in the Toraja Highlands.
Illinois Studies in Anthropology, no.
16. Urbana: University of Illinois Press.
———. 1990. “Visions and Revisions:
Toraja Culture and the Tourist Gaze.”
American Ethnologist 17, no. 1
(February): 91–110. https://doi.org/10.1525/ae.1990.17. 1.02a00060.
Wahlbeck, Östen. 2002. “The Concept of Diaspora as an Analytical Tool in the Study of Refugee Communities.”
Journal of Ethnic and Migration Studies 28, no. 2 (April): 221–38. https://doi.org/10.1080/136918302 20124305
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.Penulis.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).
