Praktik Sapa-Menyapa Kekerabatan (Studi Etnografi pada Masyarakat Dusun Cibitung, Kabupaten Cilacap)
DOI:
https://doi.org/10.24114/antro.v10i1.68932Kata Kunci:
Sapaan, istilah kekerabatan, masyarakat Dusun CibitungAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaman di dalam penggunaan istilah kekerabatan pada praktik sapa-menyapa yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Cibitung, Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Metode kualitatif dengan desain etnografi dan teknik pengumpulan data secara observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, serta studi literatur digunakan untuk menelusuri istilah rujukan, istilah sapaan, penggunaan istilah kekerabatan dalam peristiwa kekerabatan dan non-kekerabatan, keragaman istilah sapaan dan faktor-faktor yang melatarbelakangi keragaman tersebut. Berdasarkan hasil penelitian lapangan, ditemukan bahwa dalam praktiknya istilah kekerabatan dapat digunakan untuk menyapa kerabat dan bukan kerabat. Kemudian, terdapat sebanyak 112 istilah sapaan yang digunakan untuk menyapa 19 kategori kerabat. Keragaman tersebut diperlihatkan melalui adanya perbedaan dalam penggunaan istilah sapaan kekerabatan oleh generasi tua (G+1, G+2) dan generasi muda (G 0). Pada dasarnya kemunculan dari ragam istilah tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: perkembangan zaman, penggunaan bahasa lain, struktur sosial, budaya merantau/migrasi, dan perkawinan eksogami.
Referensi
Crystal, D. (2008). A Dictionary of Linguistics and
Phonetics. In D. Crystal (Ed.), A Dictionary of Linguistics and Phonetics (6th Edition). Oxford: Blackwell Publishing.
Geertz, H. (1983). Keluarga Jawa. Jakarta: Grafiti
Pers.
Kartomihardjo, S. (1988). Bahasa Cermin Kehidupan
Masyarakat. Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta:
Balai Pustaka.
Miles, B. M., & Huberman, M. (1992). Analisis data
Kualitatif (T. R. Rosidi (ed.)). Jakarta: Universitas Indonesia.
Moehadi, Mulyono, Pratitis, T., & Priyanto, S. (1988).
Dampak Modernisasi terhadap Hubungan Kekerabatan di Daerah Jawa Tengah (S. Dakung & S. Galba (eds.)). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Mulyanto, D. (2019). Peristilahan Kekerabatan
Sunda Kuna dan Rekonstruksi Etnoarkeologi atas Hukum Keluarga Masyarakat Sunda Kuna. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 8(1), 1–13.
Poadi, S. (2020). Penggunaan Panggilan
Kekerabatan Suku Hokkian Dialek Quanzhou oleh Generasi Ketiga Hokkian Quanzhou di Surabaya. Century, VIII(1), 39–55.
Rahayu, L. M. (2019). Pembangunan Identitas
Melalui Sapaan Kekerabatan di Masyarakat Pinggiran antara Bandung dan Jatinangor. Undas, 15(2), 145–160.
Riyanto, S. (2013). Pergeseran Bentuk Kata Sapaan
pada Masyarakat Jawa di Desa Rejoagung, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Publika Budaya, 1(1), 1–7.
Ruriana, P. (2018). Istilah Kekerabatan dalam
Masyarakat Banyuwangi. Kadera Bahasa, 10(2), 79–91.
Suhardi, B., & Sembiring, B. (2009). Aspek Sosial
Bahasa. In Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik (pp. 47–63). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sumardi, A., & Qurrotaini, L. (2017). Ragam Kata
Sapaan Kekerabatan Bahasa Minangkabau di Era Globalisasi. Pibsi XXXIX, November, 223–235.
Supangkat, B., & Mulyanto, D. (2020). Pengantar
Analisis Sistem Peristilahan Kekerabatan. Sumedang: UNPAD Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.Penulis.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).
