TRADISI MAMEAKHON SIPANGANON DALAM ETNIS BATAK TOBA DI DESA RIANIATE KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR

Renova Christina Sitanggang, Tumpal Simarmata

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang latar belakang pelaksanaan tradisi mameakhon sipanganon, makna dari tradisi mameakhon sipanganon, dan proses pelaksanaan mameakhon sipanganon dalam etnis batak Toba di Desa Rianiate. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Kualitatif dan bersifat observasi partispan. Lokasi penelitian yang dilakukan Desa Rianiate Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan tahapan reduksi data, data display kemudian mengambil kesimpulan dan verifikasi data yang telah ada. Hasil penelitian dan pembahasan mengemukakan bahwa Mameakhon Sipanganon merupakan salah satu tradisi etnis Batak Toba yang diwarisi dari nenek moyang mereka terdahulu. Mameakhon Sipanganon merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap sahala nenek moyang etnis Batak Toba karena nenek moyang nya tersebut dianggap berpengaruh dalam kehidupan mereka. Pada pelaksanaan mameakhon sipanganon ada empat tahapan yang biasanya dilakukan, yakni: mengundang sahala, mempersiapkan binatang yang akan disembelih, mameakhon sipanganon, dan makan bersama. Pandangan agama Kristen terhadap tradisi ini yakni menolak dan melarang umatnya untuk melaksanakannya, sedangkan agama Katolik lebih longgar dan terbuka dalam menerima kebudayaan Batak, termasuk tradisi mameakhon sipanganon.


Full Text:

PDF

References


Daeng, H. J. (2000). Manusia Kebudayaan Dan Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hadiwijono, H. 2006. Religi Suku Murba di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Haryono, T. 2013. Sejarah Makanan dan Gaya Hidup Nusantara dari Zaman Jawa Kuno hingga Abad 21. Seminar Arus balik memori Rempah dan Bahari Nusantara, Kolonial dan Poskolonial. Yogyakarta.

Hoeve, V. 1980. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru.

Indrahti, S. dkk. 2017. Ragam Kuliner Sesaji Dalam Upacara Tradisi Di Kabupaten Jepara. Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol. 2 No. 1, 61-74.

Joosten, L. (1996). Samosir: Silsilah Batak. Pematang Siantar: Bina Media Pematang Siantar.

Joosten, L. (2008). Potret Sebuah Paroki: Pendirian, pertumbuhan, dan kehidupan Paroki Pangururan. Kabanjahe.

Koentjaraningrat. (1980). Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia.

Koentjaraningrat. 1987. Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia.

Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mattulada. 1997. Kebudayaan Kemanusiaan Dan Lingkungan Hidup. Makassar: Hasanuddin University Press.

Moleong, L. J. 2000. Metode Penelitian Kualiatatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurdiani, N. 2015. Teknik Sampling Snowball Dalam Penelitian Lapangan. Comiech Vol. 5 No. 2 , 1110-1118.

Pardede, R. L. 2010. Masisisean Di Ulaon Adat. Medan.

Patton, M. Q. 2006. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ofset.

Prihantini, A. 2015. Kamus Mini Bahasa Indonesia. Yogyakarta: B First.

Pujileksono, S. 2009. Pengantar Antropologi. Malang: UMM Press.

Ritzer, G. 2012. Teori Sosiologi : Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sari, E. P. 2015. Mitos Dalam Ritual Larung Sesaji Bumi Masyarakat Jawa Kota Probolinggo. Jember: Universitas Jember.

Sihombing, T. M. (1989). Jambar Hata : Dongan Tu Ulaon Adat. Surabaya: CV Tulus Jaya.

Simanjuntak, B. A. 2015. Arti dan Fungsi Tanah Bagi Masyarakat Batak Toba, Karo, Simalungun (Edisi Pembaharuan). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Simanjuntak, B. A. 2011. Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Suwandi, B. &. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Yuliyani, E. 2010. Makna Tradisi "Selametan Petik Pari" Sebagai Wujud Nilai-Nilai Religius Masyarakat Desa Putungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Malang: Universitas Negeri Malang

Yusuf, A. M. 2014. Metode penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.




DOI: https://doi.org/10.24114/bdh.v2i1.18875

Article Metrics

Abstract view : 40 times
PDF - 15 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright @2017 - 2020. Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan