MENJADI KARO DI TANAH MELAYU: MIGRASI DAN IDENTITAS ETNIK KARO DI DESA KUALA LAMA, SERDANG BEDAGAI

Muhammad Emil Riza Tarigan, Muhammad Rivai

Abstract


Studi ini bertujuan untuk memahami proses migrasi dan kebertahanan identitas etnik Karo di Kuala Lama, sebuah desa pesisir di Kabupaten Serdang Bedagai. Masalah dirumuskan pada pertanyaan: bagaimana proses migrasi etnik Karo ke Kuala Lama? Bagaimana mereka membentuk citra diri sebagai kelompok etnik tersendiri dan berbeda dengan populasi tuan rumah di Kuala Lama? Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi development research sequence. Dapat disimpulkan bahwa migrasi etnik Karo ke Kuala Lama berlangsung pada akhir tahun 1960-an, saat terjadi konflik politik akibat Gerakan 30 September. Mereka bermigrasi untuk menyelamatkan diri dari aksi-aksi penangkapan dan pembantaian terhadap siapa saja yang diduga simpatisan Partai Komunis Indonesia. Etnik Karo yang saat ini menetap di Kuala Lama adalah generasi kedua dan ketiga yang tumbuh di tengah-tengah komunitas Melayu, tetapi mereka tidak berbaur dengan budaya Melayu. Etnik Karo berusaha membentuk citra diri sebagai kelompok etnis tersendiri dengan menggunakan tanda-tanda atau karakteristik budaya tertentu, seperti merga, bahasa dan adat sebagai kriteria untuk membedakan diri mereka dari etnik Melayu.


Full Text:

PDF

References


Anderson, Benedict & McVey, R. (1971) A Preliminary Analysis of the October 1, 1965, Coup in Indonesia. Ithaca: Cornell University Southeast Asia Program.

Atkinson, J. M. (1983) ‘Religions in Dialogue: The Construction of an Indonesian Minority Religion’, American Ethnologist, 10(4), pp. 684–696.

Bagun, P. (1981) Pelapisan Sosial di Kabanjahe. Universitas Indonesia.

Barth, F. (1988) Kelompok Etnis dan Batasannya. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Crewell, W. J. (1998) Qualitative Inquiry and Research Design. California: Sage Publication.

Crouch, H. (1988) The Army and Politics in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.

Damanik, E. L. (2017) Rumor Kanibal, Menolak Batak dan Jejak Perdagangan: Etnohistori Sumatra bagian Utara. Medan: Simetri Institute.

Damanik, E. L. (2019) ‘Gugung dan Jehe: Pembelahan Etnik Karo di Sumatra Utara’, Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, 3(1), pp. 1–32.

King, S. (1966) ‘The Great Purge in Indonesia’, New York Times Magazine.

Kipp, R. S. (1974) ‘Karo Batak Religion and Sosial Structure’, Berita Kadjian Sumatera, 3(2), pp. 4–11.

Kipp, R. S. (1976) The Ideology of Kinship in Karo Batak Ritual. University of Pittsburgh.

Kipp, R. S. (1983) ‘A Political System of Highland Sumatra, or Rethinking Edmund Leach’, in Kipp, R.S. & Kipp, R. D. (ed.) Beyond Samosir; Recent Studies of the Batak People of North Sumatra. Athens: Ohio University Center for International Studies, pp. 125–138.

Kipp, R. S. (1993) Dissociated Identities: Ethnicity, Religion, and Class in an Indonesian Society. Ann Arbor: University of Michigan Press.

Kushnick, G. (2010) ‘Resource Competition and Reproduction in Karo Batak Villages’, Human Nature, 21(1), pp. 62–81.

Lee, E. S. (1966) ‘A Theory of Migration’, Demography, 3(1), pp. 47–57.

Marihandono, Djoko & Juwono, H. (2009) Sejarah Perlawanan Sang Naualuh Damanik Menentang Kolonialisme Belanda di Simalungun. Bogor: Akademika.

Neumann, J. H. (1951) Karo-Batak Nederlands woordenboek. Medan: Varekamp & Co.

Neumann, J. H. (1972) Sedjarah Batak-Karo: Sebuah Sumbangan. Jakarta: Bhratara.

Oppenheimer, J. L. (2004) Show of Force; Film, Ghosts and Genres of Historical Performance in the Indonesian Genocide. University of the Arts London.

Pelly, U. (1994) Urbanisasi dan Adaptasi: Peran Misi Budaya Minangkabau dan Mandailing. Jakarta: LP3ES.

Penny, D.H & Singarimbun, M. (1967) ‘Economic Activity among the Karo Batak of Indonesia; A Case Study in Economic Change’, Bulletin of Indonesia Economic Studies, 3(6), pp. 31–65.

Penny, D. H. (1964) The Transition from Subsistence to Commercial Family Farming in North Sumatra. Cornel University.

Perret, D. (2010) Kolonialisme dan Etnisitas: Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Putro, B. (1981) Karo dari Jaman ke Jaman: Jilid 1. Medan: Yayasan Massa.

Reid, A. (1987) Perjuangan Rakyat: Revolusi dan Hancurnya Kerajaan di Sumatra. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Ricklefs, M. C. (2005) Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Serambi.

Rider, J. de (1935) De invloed van westersche cultures of de autochtone bevolking ter Oostkust van Sumatra. Wageningen: H. Veenmann.

Roosa, J. (2006) Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia. Madison: The University of Wisconsin Press.

Singarimbun, M. (1975) Kinship, Descent, and Alliance among the Karo Batak. Berkeley: University of California.

Spradley, J. P. (1997) Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sukamto, A. (2013) ‘Ketegangan antar Kelompok Agama pada Masa Orde Lama sampai Awal Orde Baru di Indonesia’, Jurnal Teologi Indonesia, 1(1), pp. 25–47.

Tambun, P. (1952) Adat Istiadat Karo. Jakarta: Balai Pustaka.

Tarigan, Henry Guntur & Tarigan, D. (1979) Bahasa Karo. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Topping, S. (1966) ‘Slaughter of Reds Gives Indonesia a Grim Legacy’, New York Times.

Wawancara dengan Menang Manik, 7 Desember 2019..

Wawancara dengan Nada Ginting, 8 Desember 2019.

Wawancara dengan Ngadep Ginting, 10 Desember 2019.

Wawancara dengan Resta Tarigan, 7 Desember 2019.

Wejak, J. L. (2015) ‘Ketakutan 1965 sebagai Ketakutan Masa Kini: Menelaah ketakutan Sekuler, Agama dan Supranatural’, Jurnal Ledalero, 14(1), pp. 83–108.

Westenberg, C. J. (1897) ‘Verslag van eener reis naar de onafhankelijke Bataklanden ten noorden van Tobameer’, Tijdschrift van de Nederlandsch Aardrijkundig Genootschap, XIV, pp. 1–112.

Whiteford, S. (1976) ‘Migration in Context: A Systematic Historical Approach to the Study of Breakdown Before Urbanization’, in Uzzell, D. & Guillet, D. (ed.) New Approaches to the Study of Migration. Houston: Rice University Studies, pp. 62–147.




DOI: https://doi.org/10.24114/bdh.v2i1.18877

Article Metrics

Abstract view : 62 times
PDF - 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright @2017 - 2020. Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan