RENCANA CAMPURAN ASPAL AC-BC (ASPAL CONCREATE-BINDER COURSE) DENGAN MENGGUNAKAN ABU BATU KAPUR SEBAGAI TAMBAHAN FILLER

Muzakir Muhammad, Meilandy Purwandito, Defry Basrin

Abstract


Hotmix adalah jenis perkerasan jalan terdiri dari campuran agregat, dengan atau tanpa bahan tambahan. Material-material pembentuk beton aspal dicampur di instalasi pencampur pada suhu tertentu, kemudian diangkut ke lokasi, dihamparkan dan di padatkan. Suhu pencampuran ditentukan berdasarkan jenis aspal apa yang akan di gunakan. Dalam pencampuran aspal harus dipanaskan untuk memperoleh tingkat kecairan (viskositas) yang tinggi agar dapat mendapatkan mutu campuran yang baik dan kemudahan dalam pelaksanaan Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui parameter Marshall dari campuran Batu kapur sebagai filler dari agregat yang berasal dari quary Kabupaten Bireun bahan campuran beton aspal Ac-Bc, Meneliti pengaruh sifat-sifat agregat terhadap karakteristik Marshall dari dua quarry tersebut, Seberapa besar pengaruh penggunaan abu batu kapur sebagai filler, terhadap karakteristik Marshall dengan filler abu batu 1% terhadap total campuran dan filler pencampur abu batu kapur 1% terhadap total campuran pada campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan pengguanaan batu kapur sebagai bahan tambahan filler dengan penetrasi 60/70 terhadap campuran aspal beton AC-BC dengan kadar aspal optimum (KAO) 5,4% yang didapat dari AMP, PT Takabeya Perkasa Group di Jl Medan – B Aceh, Cot Batee Geulungkuh, Simpang Mamplam, Bireun.

Kata kunci : AC-BC, Batu Kapur, Beton Aspal, Quarry, Stabilitas

 

ASBTRACT

Asphalt concrete (Hotmix) is a type of road pavement composed of aggregate mixtures, with or without additional materials. Asphalt concrete forming materials are mixed in mixing installations at a certain temperature, then transported to the site, scattered and glued. The mixing temperature is determined based on what type of asphalt to use. In the mixing of asphalt must be heated to obtain a high level of liquidity (viscosity) in order to get good mix quality and ease in the implementation of this study is to know the Marshall parameters of the limestone mixture as fillers from the aggregates derived from quary Bireun asphalt concrete mix material Ac-Bc, Researching the influence of aggregate properties on the characteristics of Marshall of the two quarry, How much influence the use of limestone ash as fillers, on marshall characteristics with stone ash fillers 1% against the total mixture and filler mixing of stone ash filler 1%% against the total mixture and fillers mixing limestone ash 1% against the total mixture on the Asphalt concrete binder course (AC-BC) mixture.The results of this study showed that the use of limestone as a material, addedan filler with60/70 penetration against AC-BC concrete asphalt mixture with optimum asphalt content (KAO) of 5.4% obtained from AMP, PT Takabeya Perkasa Group at Jl Medan - B Aceh, Cot Batee Geulungkuh, Simpang Mamplam, Bireun. so that with the addition of limestone ash as filler makes the stability value included in the standard of Bina Marga

Keywords: AC-BC, Aspalt Concreate, Limestone, Quarry, Stability


Full Text:

PDF

References


Algaztmasagala (2012) ‘Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall’, Sni 06-2489-1991, (1), p. 7.

Bambang Irianto (1998) dan Silvia Sukirman (1999) ‘Aspal (bitumen)’.

Direktorat Jendral Bina Marga (2018) ‘Spesifikasi Umum 2018’, Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 02/SE/Db/2018, (September).

Esentia, A. (2014) ‘Pengaruh Penggantian Sebagian Filler Semen Dengan Kombinasi 40 % Serbuk Batu Bata Dan 60 % Abu Cangkang Lokan Pada Campuran Asphalt’.

Hamdi, Hasan, A. and Sudarmadji (2015) ‘Batu kapur baturaja sebagai filler pada lapis’, Pilar, pp. 1–7.

Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga (1998) ‘Kementrian pp. 455–468.Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga syarat-syarat filler’, Jrsdd, 3(3),

SNI ASTM C117:2012 (2012) ‘Metode Uji Bahan yang Lebih Halus dari Saringan 75 M (No. 200) dalam Agregat Mineral dengan Pencucian’, Badan Standardisasi Nasional Indonesia, (200).

Sukirman, S. (2003) ‘Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan’.

Wardiyatmoko (2006) ‘Batu Kapur dan Peningkatan Nilai Tambah Serta Spesifikasi untuk Industri’, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 3(6), pp. 116–131.

Winayati, F. lubis (2018) ‘Analisis Karakteristik Marshall Campuran Ac-Bc’, Siklus, Jurnal Teknik Sipil, 4(1), pp. 51–58.

Yacob, M. and Wesli, W. (2018) ‘Pengaruh Kadar Filler Abu Batu Kapur Dan Abu Tempurung Kelapa Terhadap Karakteristik Marshall Pada Campuran Aspal Beton Ac-Bc’, Teras Jurnal, 7(1), p. 213. doi: 10.29103/tj.v7i1.127.

Zaenuri, M., Romadhon, R. and Gunarto, A. (2018) ‘PENELITIAN

MENGGUNAKAN BATU

GAMPING SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN FILLER PADA

ASPAL CAMPURAN AC-BC Fakultas Teknik Universitas Kadiri’, UkaRsT, 2(1), pp. 28–37.


Article Metrics

Abstract view : 29 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi:

Jurnal Engineering Development (EDev)