Gesture: Jurnal Seni Tari

Gesture: Jurnal Seni Tari

ISSN 2599-2864 (Online) | ISSN 2301-5799 (Cetak)

Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di pendidikan tari FBS Unimed.


  


Journal Homepage Image

Announcements

 

Gesture: Jurnal Seni Tari

 

 

Jurnal Seni Tari edisi pertama ini mengangkat hasil penelitian yang memiliki topik beragaman tentang keberadaan seni tari serta perkembangannya dalam kehidupan masyarakat baik itu berupa seni tradisi maupun garapan baru.

 

Deni Eva Masida mengupas tentang keberadaan Tor-tor dalam pesta Horja Gondang di Tapanuli Selatan, sedangkan Asal-usul dan keberadaan Endeng-endeng di daerah Labuhan Batu Utara disampaikan oleh Efriani Sahriana, serta ungkapan rasa syukur masyarakat Karo dalam pertunjukan Perkolong-kolong disajikan oleh Enovemta Gule, dan juga mengupas tentang kreativitas penata tari (Fauzi) yang awal proses penciptaannya bermula dari aktifitas sehari-hari  masyarakat di daerah Tanjung Balai dalam  mengolah daun  nipah.

 

Keberadaan Tor-tor Tepak yang berkembang di daerah Labuhan Batu bagi etnis Mandailing dalam upacara adat perkawinan disajikan oleh Pitriani Pohan. Upacara Perkawinan yang menjadi sebuah kebiasaan bagi setiap masyarakat, telah berbeda pula keberadaannya bagi suku Aceh, yang menjadikan Silat Song-song sebagai peristiwa penting dalam acara tersebut, dan disusul oleh penelitian Lusiana tentang keberadaan Tari Piring dalam upacara Malam Berinai pada masyarakat Melayu di daerah Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

 

Mellur Idhayanti, mengupas tentang keberadaan Tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucuk yang ada di Aceh Barat. Manoe Pucuk merupakan bagian dari acara Sunat Rasul dan pesta perkawinan, sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki kehidupan baru. Selanjutnya Suci Ramadayani yang menyajikan studi komparatif antara tari Ine yang ada di daerah Aceh Tamiang dengan Tari Inai yang berkembang di daerah Serdang Bedagai. Sedangkan Syarah Dorkas Lubis, mengupas tentang sejarah dan bentuk penyajian Taktak Siar-siaren yang berkembang di daerah Papak Bharat. Dikatahui bahwa tari Taktak Siar-siaren mulai berkembang pada  masa animisme,  dimana pada waktu ini  agama belum  masuk di daerah Pakpak Bharat.

 

Semoga terbitan perdana kami ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi kita bersama, yang tentu saja diharapkan dapat  memajukan ilmu pengatahuan, terutama tentang seni tari sebagai salah satu cabang seni pertunjukan.

 

 

 

 

Medan, April 2012

 

 

Redaktur

 

 

 
Posted: 2021-04-01 More...
 
More Announcements...

Vol 4, No 2 (2015): Oktober 2015

Table of Contents