KARAKTERISTIK TARI SEUDATI PADA MASYARAKATKABUPATEN PIDIE

Authors

  • Arki Winati Amalia Winati Amalia

DOI:

https://doi.org/10.24114/senitari.v1i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana asal-usul tari Seudati, bagaimana fungsi tari Seudati, bagaimana karakteristik tari Seudati dalam masyarakat kabupaten Pidie. Sampel pada penelitian ini adalah penari,pengiring lagu (syahi) dan aneuk syahi. Lokasi penelitian dilaksanakan di kabupaten Pidie, Kecamatan Sigli, tepatnya pada penari nya Bapak Syeh Lageunta dan Bapak Syeh Ben.Waktu penelitian dilakukan sejak bulan 2012 sampai 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif, yang memberikan gambar, uraian, keterangan, tentang suatu keadaan yang sedang terjadi berdasarkan fakta-fakta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan,wawancara dengan beberapa narasumber yang berkompeten pada masalah penelitian ini dan perekaman(video dan audio visual). Setelah penelitian dapat diketahui Tari Seudatiberasal dari daerah Kabupaten Pidie, Kecamatan Sigli. Asal usul tari Seudati  diperkirakan diciptakan oleh para ulama disaat senggang untuk menyiarkan agama Islam.Selain itu juga sering dimainkan saat ada acara-acara kenegaraan dan adat kerajaan Aceh.Fungsi dalam tari Seudati ini dijadikan sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Namun dari masa ke masa mengalami penambahan fungsi, yaitu sebagai media untuk, persahabatan dan sebagai seni tontonan, yang terdapat melalui syair yang di lantukan. Tari Seudati memiliki karakteristik yaitu: watak, sifat, peran. Watak dilihat dari kepahlawanan, sifat dilihat dari kekompakkan dan peran sendiri dilihat dari tokoh yang berperan dalam tari Seudati tersebut yaitu: syech, aneuk syahi, apet (pembantu syech) dan penari. Urutan bagian-bagian pada geraknya adalah :gerak nyap, langkah, rheng, asek/lingiek, katrep jaroe, nyet/keutheet, geddham kaki. Dalam babakkan sendiri dapat diperincikan yaitu: glong, saleum, likok, saman, kisah, cahipanyang dan lanie. sedangkan pada pola lantainya ialah:puto taloe, lidah jang, lang-leng, bintang buleun, tampoeng, binteh, tulak angen, dapu, dan kapai teureubang. karakter dalam busanya adalah kaos ketat putih, celana panjang berwarna putih, memakai tangkuluk di kepala, kain sungkit, tali pinggang dan di selipkan rencong. Musik yang di gunakan dalam tari Seudati ini yaiitu musik internal dari pukulan, hentakkan kaki, dan petikkan jari.

References

Downloads

Published

2012-09-01