TORTORPARSIARABU DI KECAMATAN HARIAN BOHOKABUPATEN SAMOSIR

Authors

  • SINTA SARON SARAGIH saron saragih

DOI:

https://doi.org/10.24114/senitari.v1i2.876

Abstract

Pelaksanaan atau penyajian Tortor Parsiarabu berfungsi sebagai tari hiburan untuk acara  monding khususnya untuk istri yang yang ditinggal suaminya. Namun selain untuk acara monding TortorParsiarabu kini telah berubah fungsi sebagai sarana tari hiburan termasuk hiburan  dalam acara keagamaan di gereja. Ragam gerak-nya sangat sederhana dan mengalami banyak pengulangan.Ragam gerak terdiri dari sebelas gerakan yaitu mangurdot, memakai tujung, somba, menghapus ilu, manerbang ulos, malopit ulos, mambaen ulos, membuka diri, panggeal, pandengal manerser, embas. Sedangkan musik pengiring dalam tortor ini berupa gondangSidungdungan/ Habisaran, yang alat musiknya terdiri dari tagading, hasapi, ogung, serulingyang dimana peranan alat musik dari gondang tersebut memiliki peran yang sama dihampir setiap bagian dari tortor, musiknya diawal dimainkan dalam tempo yang lambat kerna dibagian ini menceritakan kesedihan, namun dipertengahan dan akhir musiknya dimainkan dengan tempo yang cepat karena Panortor mulai sukacita.

References

Downloads

Published

2012-09-01