FAKTOR PENDORONG PEREMPUAN MENJADI PENJUAL JAMU KELILING DI JALAN GAPERTA KECAMATAN MEDAN HELVETIA

Authors

  • Nadya Utami Universitas Negeri Medan
  • Supsiloani Supsiloani Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.24114/jas.v22i2.66928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perempuan bekerja sebagai penjual jamu keliling dan strategi yang digunakan dalam mempertahankan keberlangsungan hidup ditengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha di Jalan Gaperta Kecamatan Medan Helvetia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 penjual jamu keliling yang masih aktif berdagang di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling yaitu menentukan informan berdasarkan karakteristik yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Tindakan Sosial Max Weber yang memandang tindakan manusia sebagai perilaku yang memiliki makna subjektif dan diarahkan kepada orang lain dalam konteks sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendorong alasan mereka menjadi penjual jamu keliling yaitu karena faktor ekonomi, warisan keluarga meracik jamu secara turun-menurun dan fleksibel waktu. Para penjual jamu keliling juga menerapkan berbagai strategi bertahan hidup seperti menjaga kualitas jamu, membangun hubungan baik dengan pelanggan, melakukan penyesuain harga,dan memilih waktu serta lokasi penjualan yang tepat dan menyesuaikan. Kata Kunci: Strategi Bertahan Hidup, Penjual Jamu Keliling, Ekonomi

Author Biographies

Nadya Utami, Universitas Negeri Medan

Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial

Supsiloani Supsiloani, Universitas Negeri Medan

Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial

Published

2025-06-30