STRATEGI BERTAHAN HIDUP PEKERJA TEH DALAM MENGHADAPI KETERLAMBATAN GAJI DI KABUPATEN SOLOK SELATAN

Authors

  • Sushanda Januarisa Putri Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Yetty Oktayanty Institut Seni Indonesia Padangpanjang

DOI:

https://doi.org/10.24114/thnwad09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa yang menyebabkan pekerja teh tersebut tetap bertahan bekerja serta strategi bertahan hidup yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi keterlambatan gaji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pekerja teh sebagai informan penelitian. Selain itu teknik analisis data pada penulisan ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data ini dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dalam empat fungsi imperatif AGIL yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan gaji menyebabkan ketidakstabilan ekonomi keluarga pekerja yang mendorong mereka untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti mencari pekerjaan sampingan, mengatur pengeluaran secara ketat, serta memanfaatkan jaringan sosial dan keluarga. Selain itu, nilai kerja keras, solidaritas, dan ketahanan hidup tetap terpelihara dalam keluarga pekerja sebagai upaya menjaga keberlangsungan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun berada dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, pekerja teh memiliki kemampuan adaptif yang kuat untuk mempertahankan keseimbangan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.

Author Biographies

  • Sushanda Januarisa Putri, Institut Seni Indonesia Padangpanjang

    Prodi Antropologi Budaya, Fakultas Seni Pertunjukan

  • Yetty Oktayanty, Institut Seni Indonesia Padangpanjang

    Prodi Antropologi Budaya, Fakultas Seni Pertunjukan

References

Published

2026-06-30