Upacara Reba Su’i Uwi sebagai Refleksi Persaudaraan (Communio) dalam Gereja Katolik: Kajian Budaya dan Spiritualitas Lokal di Bajawa
DOI:
https://doi.org/10.24114/jgk.102.72854Abstract
Upacara Reba dan ritus Su’i Uwi merupakan tradisi budaya religius masyarakat Bajawa yang mengandung nilai syukur, rekonsiliasi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap leluhur. Tradisi ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang selaras dengan ajaran Gereja Katolik, khususnya konsep communio. Penelitian ini bertujuan menafsirkan simbol, struktur ritual, dan nilai-nilai Reba Su’i Uwi dalam perspektif teologi inkulturasi serta melihat bagaimana Gereja lokal mengadopsinya dalam kehidupan iman umat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-interpretatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan tokoh adat, pemuka agama, dan umat. Analisis dilakukan secara hermeneutik-teologis dengan memandang simbol budaya sebagai semina Verbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reba dan Su’i Uwi mengandung simbol teologis seperti ubi sebagai lambang kehidupan, rumah adat sebagai ruang perjumpaan, serta ritus sebagai tanda pembaruan hidup. Gereja menafsirkan tradisi ini secara inkulturatif melalui praktik seperti Misa Reba dan pemaknaan simbol ubi dalam terang Ekaristi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Reba Su’i Uwi menjadi jembatan antara budaya dan iman, memperkaya spiritualitas serta relevansi Gereja lokal.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Theodora Dhone, Carolus Borromeus Mulyatno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with the JGK (Jurnal Guru Kita) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)






















