Fenomena Code-Mixing pada Podcast The Catch Up Club (Kajian Sosiolinguistik Episode 4: Kejar Sakses Sejak Belia)

Authors

  • Finta Haliza Universitas Negeri Semarang
  • Imam Baehaqie Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.24114/jgk.v10.i3.74471

Keywords:

Campur Kode, Sosiolinguistik, Podcast, Bahasa Digital, Bilingual

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena code-mixing (campur kode) dalam media digital, dengan fokus pada podcast The Catch Up Club episode 4 yang berjudul "Kejar Sakses Sejak Belia" di platform YouTube. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengalisis data berupa transkrip tuturan berdurasi kurang lebih 39 menit. Kerangka teori Muysken (2000) digunakan untuk mengidentifikasi tipe campur kode, sedangkan teori Hoffman (1991) diterapkan untuk membedah faktor penyebabnya. Hasil analisis menemukan sebanyak 38 kasus code-mixing di sepanjang tayangan. Tipe insertion (penyisipan) muncul sebagai jenis yang paling dominan dengan persentase mencapai 68,4 persen. Selanjutnya, tipe alternation (penggantian) ditemukan sebesar 21,1 persen, dan tipe congruent lexicalization (leksikalisasi kongruen) menjadi yang paling sedikit, yaitu hanya 10,5 persen. Dalam fenomena ini, bahasa Inggris bertindak sebagai bahasa donor utama yang menyusup ke dalam struktur bahasa Indonesia. Faktor pendorong terjadinya campur kode ini meliputi keintiman sosial, alasan prestise, serta keterbatasan kosakata penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa code-mixing bukan sekadar hambatan berbahasa, melainkan strategi komunikasi adaptif yang mencerminkan identitas bilingual penutur muda Indonesia di era digital

Author Biographies

  • Finta Haliza, Universitas Negeri Semarang

    Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia

  • Imam Baehaqie, Universitas Negeri Semarang

    Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia

References

Downloads

Published

2026-06-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Fenomena Code-Mixing pada Podcast The Catch Up Club (Kajian Sosiolinguistik Episode 4: Kejar Sakses Sejak Belia). (2026). JGK (Jurnal Guru Kita), 10(3). https://doi.org/10.24114/jgk.v10.i3.74471