Dampak Perubahan Kurikulum di Negara-Negara Asia terhadap Kualitas Pendidikan Dasar SDN 101766 Bandar Setia
DOI:
https://doi.org/10.24114/jgk.v9.i4.76766Abstract
Transisi kurikulum berstandar Asia di sekolah dasar menghadapi gap operasional pada tingkat tapak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi adaptasi siswa, kesiapan guru, dan kendala implementasi kurikulum baru. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan guru kelas IV SDN 101766 Bandar Setia sebagai subjek utama di Desa Bandar Setia pada Maret–Mei 2024. Alur penelitian mencakup pra-lapangan, pengumpulan data, analisis, dan pelaporan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi serta wawancara semi-terstruktur, lalu dianalisis menggunakan model kualitatif interaktif Miles et al. (reduksi, penyajian, verifikasi) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan 65% siswa beradaptasi positif pada pembelajaran berbasis proyek, meskipun 35% mengalami hambatan adaptasi. Kesiapan guru tergolong sedang (pemahaman diferensiasi 55%, penyusunan modul ajar 60%, penguasaan teknologi 50%), yang dipicu oleh minimnya pelatihan intensif (40%). Keterbatasan sarana terlihat dari ketercukupan buku teks (50%, rasio 1:2), proyektor LCD (25%), jaringan internet (30%), serta pemahaman orang tua (70%). Disimpulkan bahwa transformasi kurikulum mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa, namun efektivitas menyeluruh terhambat oleh defisit sarana dan pendampingan teknis. Direkomendasikan pelaksanaan pelatihan pedagogis klinis secara terstruktur, pemenuhan infrastruktur digital, serta penguatan sinergi komunikasi bersama orang tua murid.
References
Fauzan. (2019). Kurikulum dan pembelajaran. GP Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nisak, N. M., et al. (2022). Pendidikan karakter di sekolah dasar negara Singapura, Jepang dan Korsel beserta dampaknya terhadap pendidikan di sekolah dasar di negara Indonesia. El Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 4(1), 103–119.
OECD. (2019). Education at a glance 2017: OECD indicators. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/f8d7880d-en
Perangin-Angin, L. (2024). Telaah kurikulum dan perencanaan pembelajaran. Universitas Negeri Medan.
Sari, E. C. (2022). Kurikulum di Indonesia: Tinjauan perkembangan kurikulum pendidikan. Inculco Journal of Christian Education, 2(2), 93–109.
Sukma, H., et al. (2024). Analisis perbandingan kurikulum pendidikan Korea Selatan dan Indonesia. Journal on Education, 6(2), 12746–12754.
Sumual, S. D. M., et al. (2023). Implikasi terbatasnya infrastruktur dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Jurnal Pendidikan Mandala, 8(2), 418–424.
Suprijono, A. (2013). Cooperative learning: Teori dan aplikasi. Pustaka Pelajar.
Tampubolon, R., et al. (2022). Pengaruh reformasi kurikulum pendidikan Indonesia terhadap kualitas pembelajaran. Jurnal Darma Agung, 30(2), 389–395.
Wahyuni, A., & Lilis, M. A. (2021). Pengaruh bahan ajar berbasis pemecahan masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2208–2217.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elfi Lumongga Situmorang, Hermalia Putri Pratama, Nazwa Humairoh, Yoel Martua Sipahutar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with the JGK (Jurnal Guru Kita) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)






















