Analisis Hasil Tes Fisik Atlet Sepak Takraw PPLP Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.24114/yz36ka63Keywords:
Kondisi Fisik, Sepak Takraw, PPLPAbstract
Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis kondisi fisik atlet sepak takraw PPLP Gorontalo secara objektif berdasarkan data hasil tes fisik. Adapun metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah 12 atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penilaian menggunakan tes pengukuran kondisi fisik yaitu: (1) tes lari 20 meter, (2) tes agility shuttle run 8x3 meter, (3) tes vertical jump, (4) tes push up, (5) tes sit up, (6) tes sit and reach, serta (7) tes lari 300 meter dan VO2max bleep test. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa tes lari 20 meter rata-rata waktu 3,39 detik (rata-rata skor 5,00) kategori baik sekali, tes sit and reach rata-rata jangkauan 35,79 cm (rata-rata skor 4,58) kategori baik sekali, tes agility shuttle run (rata-rata 12,90 detik; skor 3,42), tes vertical jump (rata-rata 52,58 cm; skor 2,67), dan tes VO2Max bleep test (rata-rata 53,27 detik; skor 3,08) kategori cukup. Temuan yang paling kritis ditemukan pada komponen kekuatan otot: tes push up (rata-rata 29,75 kali; skor 2,08) dan tes sit up (rata-rata 33,33 kali; skor 1,42) keduanya dalam kategori kurang yang mengindikasikan kelemahan signifikan pada kekuatan otot bagian atas tubuh dan otot inti (core). Atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo menunjukkan keunggulan pada komponen kecepatan dan fleksibilitas, sementara kelincahan, daya ledak tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi berada pada kategori cukup. Kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut menjadi komponen paling kritis yang memerlukan perbaikan segera.
References
Afdinda, R., Saputra, E., & Iqroni, D. (2022). Kondisi fisik atlet sepak takraw pada masa pandemi Covid-19. Journal of Sport Coaching and Physical Education, 7(2), 88–95. https://doi.org/10.15294/jscpe.v7i2.57191
Hambali, S., Yunitaningrum, W., & Sundara, C. (2020). Kondisi fisik atlet pencak silat PPLP Jawa Barat. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 19(1), 74–82. https://doi.org/10.20527/multilateral.v19i1.8217
Hidayat, M. W., & Syafri, M. (2025). Pengaruh program latihan plyometric terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada atlet sepak takraw SMA Negeri 1 Wera. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(2), 45–58. https://doi.org/10.24832/jpnk.v10i2.617
Ilham, M., Zulbahri, Z., Nur, H., & Deswandi, D. (2024). Tinjauan kondisi fisik atlet sepak takraw Balai Baru Takraw Club (BBTC) Kota Padang. Jurnal JPDO, 7(11), 2554–2564. https://doi.org/10.24036/JPDO.7.11.2024.1019
Mahendra, R. O., Hadi, H., & Maliki, O. (2023). Analisis kondisi fisik pemain sepakbola Persatuan Sepakbola Indonesia Pati (PERSIPA). Jurnal Spirit Edukasia, 3(1), 164–173. https://doi.org/10.26877/se.v3i1.14621
Pratama, S. M., & Wiyaka, I. (2021). Profil kondisi fisik, teknik, dan psikis atlet sepak takraw putra PELATDA PON Sumatera Utara tahun 2020. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI), 1(2), 109–115. https://doi.org/10.55081/joki.v1i2.307
Purwanto, D. (2022). Quality of the physical condition and basic techniques of sepak takraw. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 8(2), 241–258. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v8i2.18447
Refiater, U. H. (2024). Implementasi bleep test sebagai dasar penentuan kondisi fisik atlet. Jambura Journal of Sports Coaching, 6(2), 45–54. https://doi.org/10.37311/jjsc.v6i2.36306
Ridwan, M., & Syafruddin. (2022). Tinjauan kondisi fisik atlet pusat pembinaan dan latihan pelajar (PPLP): Kajian komponen kecepatan, kelincahan, dan daya tahan aerobik. Jurnal Performa Olahraga, 7(1), 55–65. https://doi.org/10.24036/jpo.v7i1.2022
Septiawan, B., Bakhtiar, S., Nur, H., & Zulbahri, Z. (2023). Profil kondisi fisik atlet sepak takraw Kubang Kabupaten Kerinci. Jurnal JPDO, 6(8), 1–10. https://doi.org/10.24036/jpdo.6.8.2023.1590
Ramadhan, M., Hariono, A., & Setiawan, I. (2024). Exploring the impact of high jump, flexibility, and confidence on the smash accuracy of sepak takraw athletes. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v10i1.21514
Setiawan, F. R., Sugihartono, T., & Nopiyanto, Y. E. (2022). Kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan smash atlet sepak takraw pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 12 Kota Bengkulu. Sport Gymnastics: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 3(2), 226–239. https://doi.org/10.33369/gymnastics.v3i2.22734
Sholikhin, A., & Prabowo, A. (2024). Pengaruh interval training dan circuit training terhadap daya tahan VO2Max atlet sepak bola kelas khusus olahraga SMA Negeri 1 Slogohimo. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga), 9(1), 1–9. https://doi.org/10.36526/kejaora.v9i1.5214
Saputra, E., & Marlina, T. (2023). Tingkat kondisi fisik atlet sepak takraw pusat pembinaan dan latihan pelajar (PPLP) Dispora Riau. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga UIR, 5(1), 1–12. https://repository.uir.ac.id/13842
Sulistyanto, D., & Wirawan, R. (2025). Evaluasi VO2max atlet sepak bola usia 18 tahun melalui beep test sebagai dasar seleksi pemain. Jurnal Ilmiah Spirit, 25(1), 60–71. https://doi.org/10.24176/spirit.v25i1.5812
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ratna Dewi, Nurkhoiroh, Ashrafiany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
- This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















