Vaskular Sebagai Salah Satu Gangguan Berbahasa Yang Sulit Disembuhkan Sebuah Kajian Neuropsikolinguistik

Nurul Maulida Anwar

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti mengenai gangguan berbahasa berarti halangan, rintangan, dan sesuatu yang menyusahkan seseorang dalam mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi, atau lata-kata untuk mengekspresikan,mengatakan, serta menyampaikan pikiran , gagasan, dan perasaan. Demensia merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi, yaitu pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti. Objek penelitian dalam kasus ini adalah pria lanjut usia berumur 62 tahun yang sudah menderita DVa selama kurang lebih 1,5 tahun. mengalami gangguan syaraf hingga menyebabkannya defisit pada kemampuan kognitif, sulit berkomunikasi, dan kehilangan kontrol terhadap motoriknya. Seiring waktu, kondisi penderita semakin parah. Penderita sama sekali tidak bisa berbicara, tidak mampu merespons, tidak mampu menopang tubuhnya, dan akhirnya kehilangan kesadaran. Demensia vascular (DVa) adalah salah satu penyakit yang menyebabkan gangguan berbahasa. Penderita demensia vascular akan mengalami deficit kognitif, sensorik, dan psikomotorik. Penyakit ini bisa dicegah, namun jika sudah terserang, sangat kecil kemungkinan untuk disembuhkan.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24114/kjb.v10i4.30728

Article Metrics

Abstract view : 260 times
PDF - 370 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Nurul Maulida Anwar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Kode: Jurnal Bahasa

Creative Commons License

Kode: Jurnal Bahasa is licensed under a
Creative Commons Attribution 4.0 International License