Adaptasi Bahasa Penutur Asli Buton di Gorontalo: Studi Kasus Sosiolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.24114/cmebqt87Abstract
Mobilitas masyarakat antardaerah dalam lingkungan multibahasa mendorong terjadinya adaptasi bahasa dalam interaksi sosial sehari-hari. Adaptasi ini tidak hanya tampak pada penggunaan bahasa, tetapi juga pada perubahan logat, pilihan bahasa, dan gaya komunikasi di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi bahasa serta faktor-faktor yang memengaruhi proses adaptasi seorang penutur asli Buton yang tinggal di Gorontalo dalam perspektif sosiolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap seorang penutur asli Buton yang telah menetap di Gorontalo selama kurang lebih delapan bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi bahasa terjadi dalam bentuk alih kode, campur kode, penggunaan logat Gorontalo, serta penyesuaian gaya komunikasi. Adaptasi tampak pada penggunaan partikel lokal, ekspresi khas daerah, dan penyesuaian intonasi dalam percakapan sehari-hari. Dalam situasi formal, subjek cenderung menggunakan bahasa Indonesia baku, sedangkan dalam situasi nonformal lebih sering menggunakan bahasa Gorontalo atau mencampurkannya dengan bahasa Indonesia. Proses adaptasi dipengaruhi oleh lingkungan sosial, intensitas interaksi dengan penutur lokal, kebutuhan komunikasi, tuntutan profesional, serta sikap positif terhadap bahasa Gorontalo. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi bahasa merupakan proses dinamis yang mendukung integrasi sosial dan penyesuaian budaya.
Kata Kunci: adaptasi bahasa, sosiolinguistik, alih kode, campur kode, penutur Buton, Gorontalo
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Astuti Madu, Sitti Rahmah Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





