Kajian Tindak Tutur dalam Film “Bila Esok Ibu Tiada” Karya Nuy Nagiga dan Pemanfaatannya sebagai Materi Ajar Teks Drama di SMA Negeri 8 Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.24114/n9w8cp30Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis tindak tutur yang terdapat dalam film Bila Esok Ibu Tiada karya Nuy Nagiga; (2) mendeskripsikan dan menjelaskan implikatur dalam tindak tutur tokoh-tokoh pada film Bila Esok Ibu Tiada karya Nuy Nagiga; (3) mendeskripsikan dan menjelaskan fungsi tindak tutur dalam film Bila Esok Ibu Tiada karya Nuy Nagiga dalam mendukung pembelajaran teks drama di SMA Negeri 8 Surakarta; serta (4) mendeskripsikan dan menjelaskan pemanfaatan film Bila Esok Ibu Tiada sebagai materi ajar teks drama di SMA Negeri 8 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data meliputi dokumen (film dan transkrip dialog), observasi pembelajaran, serta informan (dua guru bahasa Indonesia dan tiga siswa kelas XI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi menjadi jenis yang paling dominan (124 tuturan), didominasi oleh fungsi direktif (48 tuturan) yang mencerminkan konflik interaksi keluarga. Selain itu, ditemukan 100 tuturan bermakna implikatur percakapan dengan dominasi implikatur khusus (58 tuturan) akibat kecenderungan tokoh menggunakan sindiran kontekstual. Berdasarkan hasil analisis, film ini dinyatakan sangat layak sebagai alternatif materi ajar teks drama Fase F (kelas XI) melalui model Problem Based Learning (PBL) karena kesesuaian unsur pembangun dramanya.
Kata Kunci: Tindak tutur, implikatur, film Bila Esok Ibu Tiada, materi ajar, dan teks drama
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Antonia Rei Kusuma, Muhammad Rohmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





