Tahapan Ritual dalam Upacara Pulung Langse di Sukoharjo: Kajian Antropologi Budaya

Authors

  • Maulina Wulandari
  • Kundharu Saddhono

DOI:

https://doi.org/10.24114/cbgzvn46

Abstract

Upacara ritual Pulung Langse merupakan salah satu tradisi budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Tradisi ini dilaksanakan setiap minggu terakhir bulan Sura sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Balak sekaligus upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan Upacara ritual Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi juru kunci, tokoh adat, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan upacara. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Upacara ritual Pulung Langse terdiri atas tujuh tahapan, yaitu ngumbah langse lawas, manjining ubarampe, beksan pambuka, hastungkara, kirab langse enggal, rebutan ubarampe, dan pemasangan kain langse baru. Setiap tahapan dilaksanakan secara berurutan sesuai ketentuan adat yang diwariskan secara turun-temurun serta mencerminkan keberlangsungan tradisi budaya masyarakat Desa Mertan. Penelitian ini menunjukkan bahwa upacara ritual Pulung Langse masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat sekaligus bentuk pelestarian warisan budaya lokal.

 

Kata Kunci:  Antropologi budaya; ritual Pulung Langse; tahapan pelaksanaan; tradisi budaya; Sukoharjo. 

References

Downloads

Published

2026-09-30