Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu Album “Hanya Cinta yang Dapat Tumbuh di Sini” Karya Rebbelion Rose
DOI:
https://doi.org/10.24114/qk66jp71Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna majas yang terdapat dalam lirik lagu album “Hanya Cinta yang Dapat Tumbuh di Sini” karya Rebellion Rose. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan penggalan lirik yang mengandung majas pertautan, majas pertentangan, dan majas perbandingan. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa album “Hanya Cinta yang Dapat Tumbuh di Sini” memanfaatkan tiga kelompok majas, yaitu majas pertautan yang meliputi polisindeton, eufemisme, dan asindeton; majas pertentangan yang meliputi hiperbola dan paradoks; serta majas perbandingan yang meliputi metafora, personifikasi, dan ironi. Bentuk yang paling dominan ialah polisindeton, hiperbola, metafora, dan personifikasi. Penggunaan majas tersebut tidak hanya berfungsi menciptakan keindahan bahasa, tetapi juga memperkuat penyampaian pesan mengenai perjuangan, solidaritas, kritik sosial, harapan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu Rebellion Rose memiliki karakteristik stilistika yang kuat melalui pemanfaatan bahasa figuratif sebagai sarana ekspresi estetik sekaligus penyampai makna yang mendalam.
Kata Kunci: stilistika, gaya bahasa, lirik lagu, Rebellion Rose
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Egi Dwi Permadi, Sujarwoko, Andri Pitoyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





