Dari Percakapan Menuju Lagu: Analisis Semantik Kognitif tentang Metafora dan Makna Budaya dalam Lagu-Lagu Tapsel Karya Top Simamora
DOI:
https://doi.org/10.24114/fr5pwq10Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengalaman hidup dan dinamika sosio-budaya masyarakat Tapanuli Selatan (Mandailing) diartikulasikan melalui lirik lagu karya musisi lokal Top Simamora. Menggunakan pendekatan semantik kognitif berdasarkan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson, penelitian deskriptif kualitatif ini menganalisis teks lirik dari delapan lagu pilihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa metafora struktural mendominasi dengan frekuensi 54,4%, disusul oleh metafora ontologis sebesar 40,7%, dan metafora orientasional sebesar 4,9%. Dominasi ini merefleksikan kecenderungan kognitif penutur Mandailing yang memetakan persoalan abstrak—seperti dinamika ekonomi, status perkawinan, materialisme, hingga relasi kekuasaan rumah tangga—ke dalam kerangka pengalaman empiris konkret sehari-hari. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengalihan fokus kajian lagu karya Top Simamora yang sebelumnya terbatas pada nilai moral, menuju pembedahan wacana kognitif dan skema konseptual bahasa. Melalui pendekatan ini, karya musik Top Simamora terbukti bukan sekadar hiburan musikal, melainkan media kritis yang merekam realitas sosial, refleksi nilai moral, dan penjaga identitas budaya Tapanuli Selatan di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci: Metafora Konseptual Budaya Lagu
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ibnu Ajan Hasibuan, Mario, Nurul Khasanah, Naufal Aulia Fiermeiza, Naufal Aulia Fiermeiza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





