Alih Kode dan Campur Kode sebagai Strategi Konstruksi Identitas dalam Podcast Digital

Authors

  • Gema Fikriansyah
  • Dwi Anggoro Hadiutomo
  • Edy Jauhari

DOI:

https://doi.org/10.24114/qfha1h87

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, fungsi, dan konstruksi identitas yang diwujudkan melalui alih kode dan campur kode dalam podcast digital. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif interpretatif dengan fokus pada satu episode podcast yang menampilkan Merry Riana dan Raymond Chin untuk mengkaji alih kode dan campur kode sebagai praktik linguistik yang berkaitan dengan fungsi komunikatif dan konstruksi identitas. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, transkripsi verbatim, dan penyimakan berulang terhadap rekaman, dengan 579 unit tuturan, yang terdiri atas 274 unit bilingual. Alih kode dianalisis menggunakan kerangka Poplack, campur kode menggunakan tipologi Muysken, fungsi penggunaan bahasa menggunakan kerangka Hoffmann, dan konstruksi identitas menggunakan kerangka Bucholtz dan Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode intrakalimat merupakan bentuk dominan sebesar 72,6%, sedangkan insertion mendominasi campur kode sebesar 71,9%. Fungsi terkait topik menjadi yang paling banyak ditemukan sebesar 42,0%, diikuti penekanan sebesar 27,0% dan solidaritas sebesar 14,6%. Indexicality menjadi prinsip identitas dominan sebesar 33,6%, diikuti positionality sebesar 24,5% dan relationality sebesar 23,7%. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian bentuk linguistik, fungsi komunikatif, dan konstruksi identitas dalam interaksi dua penutur. Temuan ini berkontribusi pada kajian sosiolinguistik digital dan menunjukkan podcast sebagai sumber data autentik untuk penelitian bahasa.

 

Kata Kunci: Alih Kode; Campur Kode; Konstruksi Identitas; Podcast; Wacana Digital

References

Downloads

Published

2026-09-30