PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL HERBA SEMBUKAN (Paederia scandens) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM ALANINE TRANSAMINASE (ALT) DAN ASPARTATE TRANSAMINASE (AST) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

Nadroh Br Sitepu

Abstract


Penggunakan herba sembukan sebagai obat sebagian besar hanya berdasarkan bukti empiris. Sedangkan bukti ilmiahnya masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol herba sembukan terhadap aktivitas enzim alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST). Metode penelitian terdiri dari: Proses ekstraksi herba sembukan dengan metode maserasi, skrining fitokimia dan  perlakuan terhadap hewan uji yang dibagi atas 6 kelompok, kelompok 1: normal; kelompok 2: kontrol negatif; kelompok 3: kontrol positif; kelompok 4: hewan uji diberikan ekstrak etanol herba sembukan (EEHS) dosis 300 mg/kg bb; kelompok 5: EEHS dosis 450 mg/kg bb; dan  kelompok 6: EEHS dosis 600 mg/kg bb. Diikuti pemberian  parasetamol dosis tunggal 1 g/kg bb 6 jam setelah pemberian  ekstrak  pada hari ke-10 pada kelompok 2, 3, 4, 5 dan 6. Hasil skrining fitokimia menunjukkan herba sembukan mengandung senyawa alkaloid, flavonoida, tanin, triterpenoida/steroida dan glikosida. Berdasarkan pemeriksaan ALT dan AST EEHS dosis 300, 450 dan 600 mg/kg bb dapat menghambat peningkatan aktivitas ALT dan AST secara signifikan(p < 0,05) yaitu ALT 71,97 IU/L dan AST 466,27 IU/L; ALT 76,00 IU/L dan AST 447,50 IU/L; dan ALT 41,20 IU/L dan AST 394,30 IU/L jika dibandingkan dengan kontrol negatif  ALT 2139,70 IU/L dan AST 1425,00 IU/L. Kesimpulan bahwa ekstrak etanol herba sembukan mampu menurunkan kadar ALT dan AST mencit jantan yang diinduksi parasetamol.

Keywords


Herba sembukan Paederia scandens, ALT, AST

Full Text:

PDF

References


Depkes RI. (1995). Materia Medika Indonesia. Edisi VI. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal. 323-325.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 5, 10-11.

Farnsworth, N. R., 1966, Biological and Phytochemical Screening of Plants, J.Pharm. Sci., 55(3), 225-276.

Hartono, Nurwati, I., Ikasari, F., dan Wiryanto, 2005, Pengaruh Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Peningkatan Kadar AST dan ALT Tikus Putih (Rattus novergicus) Akibat Pemberian Parasetamol. Biofarmasi. 3(2): 57 – 60.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid I dan II. Terj. Badan Libang Kehutanan. Cetakan I. Koperasi karyawan Departemen Kehutanan Jakarta Pusat.

http://www.stuartxchange.com/Kantutan.html Diakses tanggal 2 Oktober 2017.

Iyanda, A.A., dan Adeniyi, F.A.A., 2011, Biochemical and Histologic Presentations of Female Wistar Rats Administered with Different Doses of Paracetamol/Methionine. Nigeria Journal of Physiology and Science. 26: 155-156.

Kavalci, C., Kavalci, G., dan Sezenler, E., 2009, Acetaminophen Poisioning, Case Report. The Int. J. Toxicology. Vol. 6, 385-392.

Lewis, P. N., 2008, Drugs and The Liver. London: Pharmaceutical Press. Hal.59- 60.

Nirmala, M., Girija, K., Lakshman, K., dan Divya, T., 2012, Hepatoprotective Activity of Musa Paradisiaca on Experimental Animal Models. Asian

Pasific Journal of Tropical Biomedicine; 2(1): 11.

Nurcahyanti, A., 2012, Sembukan: Kurang Sedap Namun Berkhasiat Hebat. Vol. 5. No. 2. Mikoriza. 2012.

Thapa, B.R., dan Walia, A., 2007, Liver Function Tests and Their Interpretation. Indian Journal of Pediatrics.74(7): 665-667.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.