UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK AIR DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Wight.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI JUS HATI AYAM DAN KALIUM OKSONAT

Nurul Hidayah, Fenny Hasanah, Muhammad Gunawan, Anggun Lestari

Abstract


Hiperurisemia disebabkan oleh sintesa purin berlebihan dalam tubuh karena pola makan yang tidak sehat dan proses pengeluaran asam urat dari dalam tubuh yang mengalami gangguan. Penggunaan obat-obat sintesis untuk hiperurisemia bukan tanpa risiko efek samping yang merugikan, sehingga diperlukan terapi alternative dari alam. Daun salam dipercaya dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi efektivitas ekstrak air daun salam terhadap penurunan kadar asam urat mencit jantan yang diinduksi dengan jus hati ayam 0,2% dan kalium oksonat 250 mg/kg BB. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tanaman, pembuatan simplisia dan ekstrak, standarisasi dan skrining fitokimia, serta pengujian efek antihiperurisemia. Hewan uji yang digunakan sebanyak 24 ekor, yang dibagi menjadi 6 kelompok uji. Pembagian kelompok hewan uji terdiri atas kelompok normal, induksi, pembanding, ekstrak air daun salam (EADS) dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB. Parameter efek antihiperurisemia yang diamati adalah kadar asam urat darah hewan uji. Data yang diperoleh selanjutnya diolah secara statistik dengan interval confidency 95%. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan EADS mengandung tannin, flavonoid, saponin, glikosida, dan alkaloid. Semua kelompok dosis EADS menunjukkan potensi antihiperurisemia yang tidak berbeda signifikan dengan kelompok pembanding yang digunakan.

Keywords


Antihiperurisemia, Daun salam, Hati ayam, Kalium oksonat

Full Text:

PDF

References


Departemen kesehatan republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta: halaman 7.

Departemen kesehatan RI. 2000. Parameter Standard Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat pengawasan obat dan makanan, Jakarta: halaman 1-12.

Dira dan Harmely. 2014. Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Sambiloto (Androgravis paniculata Nees), Brotowali (Tinospora crispa (L.) Hook. & Thomson), Manggis (Garcinia mangostana L.), Lada Hitam (Piper nigrum L.) dan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) secara In Vivo. Skripsi. Vol 5(4). Fakultas Farmasi Uviversitas Diponegoro.

Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 902.

Hidayat, Rudy. 2009. Gout dan Hiperurisemia. Medicinus. Vol. 22(2). Faculty 0f Medicine, University of Lampung.

Krisnatuti, D, dkk., 1997. Perencanaan Menu Untuk Penderita Gangguan Asam Urat. Penebar Swadaya: Bogor. Halaman. 1-2, 5-6, 8-9,10, 16.

Kurniari, P. K., Kambayana, G., dan Putra, T. R. 2011. Hubungan Hiperurisemia dan Fraction Uric Acid Clearance di Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali. Jurnal Penyakit Dalam. Vol. 12 (2). Universitas Tanjung Pura.

Pacher, P., Nivorozhkin, A., dan Szabo, C. 2006. Therapeutic Effects of Xanthine Oxidase Inhibitors: Renaissance Half A Century After the Discovery of Allopurinol. Pharmacol.Vol. 58 (1): 87–114.

Pokhrel, Yadaf, Jha, Parajuli, dan Pokharel. 2015. Estimation of Serum Acid in Cases of Hyperuricaemia and Gout. Journal Nepal Medicinal Association. Vol. 51 (181). Medical Journal Of Shree Birendra Hospital.

Price, S. A., dan Wilson, L. M. 2006. Patofisiologi edisi 6. Jakarta : EGC: 1402-1405.

Price, S. A., dan Wilson, L. M. 2005. Patofisiologi, Konsepklinis Proses-Proses Penyakit. Diterjemahkan oleh : Dharma Adji. Edisi VI. Jakarta: Penerbit EGC. Hal. 437-446.

Purwaningsih, T. 2010. “Faktor-Faktor Risiko Hiperurisemia (Studi Kasus Di RSU Kardinah Kota Tegal)”. Tesis. Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Sitanggang, M dan Dewani, 2006. 33 Ramuan Penakluk Asam Urat. Agromedia Pustaka: Jakarta. Halaman 1, 5, 7, 9,-12, 17-20, 30.

Suharto B dan Bahri B., 2005, Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Gaya baru: Jakarta. Halaman 220-224.

Suhendi, Nurcahyanti, Muhtadi, dan Sutrisna. 2011. Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Air Jinten Hitam (Coleus ambonicus Lour) pada Mencit Jantan Galur Balb-C dan Standardisasinya. Majalah Farmasi Indonesia. Vol. 22 (2): 77-84.

Umameswari, M. 2013.Virtual Screening Analysis and In-Vitro Xantine Oxidase Inhibitory Activity os some Commercially Available Flavonoids. Iran J Pharm Res.12(3): 317-323.

Wahyuningsih, Yulinah, Sukrasno, dan Karina. 2015. Efek Antihiperurikemia Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) pada Tikus Putih Wistar Jantan. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan. Vol. 2 (1). Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis Padang.

Wijayakusuma, H.S. 1996. Tanaman Berkhasiat obat di Indonesia. Cetak kedua. Jakarta: Pustaka Kartini.

Wijayakusuma, H.S. 2002. Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia Rempah, Rimpang dan Umbi. Prestasi Instan Indonesia, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.