DAMPAK KEBIJAKAN REVOLUSI HIJAU PEMERINTAHAN ORDE BARU DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH 1969-1998

Tappil Rambe, Kardillo Marbun

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan kebijakan program Revolusi Hijau pada masa pemerintahan Orde Baru dan, dampaknya pada masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Adapun tahapan-tahapannya adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi dan analisis, dan juga penulisan sejarah (historiografi). Dari penelitian yang dilakukan penulis, maka diperoleh hasil bahwa latar  belakang pelaksanaan kebijakan Revolusi Hijau oleh pemerintahan Orde Baru dilatarbelakangi oleh kelangkaan pangan yang dialami oleh bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan, hingga awal pemerintahan Orde baru, sehinga pemenuhan pangan (beras) dianggap sangat penting oleh pemerintahan Orde Baru untuk menjaga stabilatas nasional. Pelaksanaan kebijakan Revolusi Hijau di Kabupaten Tapanuli Tengah tercermin dalam penggunaan bibit unggun (padi), penggunan beberapa alat-alat pertanian yang lebih modern dan efisien dan juga penggunaan pupuk dan pestisida. Pelakasanaan kebijakan Revolusi Hijau mempunyai dampak yang sangat besar terhadap bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif palaksanaan kebijakan Revolusi Hijau tersebut adalah berhasil mengubah bangsa Indonesia dari pengimpor pangan beras terbesar menjadi negara yang berswasemabda pangan beras pada tahu 1984 sampai 1990.  Sedangkan dampak negatifnya adalah ketergatungan petani pada pupuk dan pestisida. Salah satu daerah yang  mengalami dampak pelaksanaan kebijakan Revolusi Hijau adalah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Beberapa dampak pelaksanaan kebijakan Revolsui Hijau di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah peningkatan produksi padi setiap tahunnya, ketergantungan pada pangan beras, hilangnya kebiasaaan kumsumsi pangan lokal yang sudah membudaya di masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dan juga perubahan sosial masyarakat seperti berkurangnya kebiasaan bergotong-royong.

Kata Kunci :  Kebijakan Revolusi Hijau, Orde  Baru, Tapanuli Tengah


Full Text:

XML


DOI: https://doi.org/10.24114/ph.v3i2.11805

Refbacks

  • There are currently no refbacks.