LATAR BELAKANG MUNCULNYA SISTEM PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG DI INDONESIA DAN PENERAPANYA DI KOTA BINJAI TAHUN 2005
DOI:
https://doi.org/10.24114/ph.v11i1.70984Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung pertama di Kota Binjai pada tahun 2005. Pemilihan kepala daerah langsung merupakan salah satu hasil reformasi politik yang mengalihkan mekanisme pemilihan dari DPRD kepada rakyat secara langsung. Kota Binjai menjadi salah satu daerah yang melaksanakan Pilkada langsung pada masa transisi, sehingga menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan regulasi, minimnya sosialisasi, serta permasalahan administratif seperti daftar pemilih tetap (DPT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Binjai menunjukkan antusiasme tinggi terhadap Pilkada langsung meskipun sebagian besar masih belum memahami prosedur secara menyeluruh. Penyelenggara pemilu menghadapi sejumlah kendala teknis, namun proses pemungutan suara tetap berjalan. Pilkada 2005 juga membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat yang lebih besar, mengurangi dominasi elite politik tertentu, serta menjadi tonggak awal perubahan kultur politik lokal menuju sistem yang lebih demokratis dan partisipatif. Temuan ini menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada langsung di Binjai merupakan bagian penting dari perjalanan demokratisasi di tingkat daerah. Kata Kunci: Pilkada langsung, demokrasi lokal, Kota Binjai, partisipasi politik, reformasi.Downloads
Published
2026-01-29
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Siti Humairoh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah oleh Abdul Haris Nasution disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.


