DAMPAK PERISTIWA GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 TERHADAP PRAKTEK KEAGAMAAN KRISTEN DAN PENGARUHNYA PADA KEAMANAN SOSIAL

Authors

  • Josua Chariston Simanungkalit Program Studi Manajemen Hutan Universitas Satya Terra Bhinneka
  • Pebriyan Simanungkalit Program Studi Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP

DOI:

https://doi.org/10.24114/ph.v11i1.72059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Peristiwa Gerakan 30 September 1965 terhadap praktik keagamaan Kristen serta pengaruhnya terhadap keamanan sosial di Indonesia. Peristiwa tersebut tidak hanya mengubah struktur politik nasional, tetapi juga memengaruhi dinamika kehidupan keagamaan dan relasi sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah sosial-keagamaan, melalui studi dokumentasi dan studi kepustakaan terhadap arsip gereja, dokumen resmi pemerintah, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca-G30S 1965 terjadi perubahan signifikan dalam praktik keagamaan Kristen, ditandai dengan pembatasan aktivitas ibadah publik, penyesuaian institusional gereja terhadap kebijakan negara, serta pergeseran ekspresi keberagamaan umat ke arah yang lebih privat dan internal. Gereja cenderung mengadopsi sikap kooperatif terhadap negara sebagai strategi adaptasi dalam situasi keamanan sosial yang represif. Dalam konteks ini, gereja berperan sebagai agen stabilisasi sosial dengan menanamkan nilai ketertiban, perdamaian, dan harmoni sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak G30S 1965 bersifat jangka panjang dan membentuk karakter praktik keagamaan Kristen yang berhati-hati, terstruktur, dan berorientasi pada stabilitas, sebagai hasil negosiasi antara agama, negara, dan keamanan sosial dalam sejarah Indonesia. Key words: G30S 1965; Kristen; Keamanan, Sosial; Gereja

Downloads

Published

2026-01-29