WARISAN KOLONIAL DAN TRANSFORMASI RUANG KULINER PERKOTAAN: STUDI HISTORIS CAFÉ TUA DI KOTA MEDAN

Authors

  • Weny Dea Afini Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan , North Sumatra Islamic University image/svg+xml
  • Hadiani Fitri Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan , North Sumatra Islamic University image/svg+xml
  • Surya Aymanda Nababan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan , North Sumatra Islamic University image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.24114/fpcpkn33

Abstract

Penelitian ini mengkaji warisan kolonial dan transformasi ruang kuliner perkotaan melalui studi historis café-café tua di Kota Medan. Tujuan penelitian adalah mengungkap perkembangan sejarah café tua, mengidentifikasi unsur warisan kolonial yang masih bertahan, serta menganalisis transformasi fungsi ruang kuliner dari masa kolonial hingga era modern. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif kultural melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa café-café tua seperti Kedai Kopi Apek, Restoran Tip Top, Kedai Kopi Kok Tong, dan beberapa usaha kuliner legendaris lainnya merupakan bagian dari warisan kolonial yang masih bertahan di Kota Medan. Unsur warisan tersebut terlihat pada arsitektur bangunan, tradisi kuliner, serta fungsi sosial yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Transformasi ruang kuliner terjadi melalui adaptasi bangunan dan fungsi ruang tanpa menghilangkan identitas historisnya. Selain berperan sebagai tempat usaha, café tua juga menjadi ruang interaksi sosial, memori kolektif, dan simbol identitas budaya masyarakat Kota Medan. Oleh karena itu, pelestarian café tua menjadi penting sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan budaya perkotaan di tengah arus modernisasi. Unsur warisan kolonial pada café-café tua di Kota Medan tercermin melalui arsitektur bangunan, tradisi kuliner, tata ruang, serta fungsi sosial yang masih dipertahankan. Bangunan bergaya kolonial, menu yang diwariskan secara turun-temurun, dan suasana ruang yang bernuansa historis menjadikan café-café tua tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha kuliner, tetapi juga sebagai media pelestarian memori kolektif, identitas budaya, dan warisan sejarah masyarakat Kota Medan. Transformasi ruang kuliner pada bangunan warisan kolonial menunjukkan adanya proses adaptasi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat modern. Sebagian besar café tua mengalami perubahan fungsi dari ruang konsumsi terbatas menjadi ruang publik yang lebih terbuka, destinasi wisata kuliner, serta ruang interaksi sosial lintas generasi. Meskipun mengalami perubahan bentuk pemanfaatan dan pengelolaan, sebagian besar café tua tetap mempertahankan nilai historis dan identitas kolonialnya. Dengan demikian, café-café tua di Kota Medan merupakan bukti bahwa warisan kolonial dapat terus hidup dan berkelanjutan melalui proses transformasi ruang yang mampu mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan perkotaan modern.

Key words: warisan kolonial, transformasi ruang kuliner, café tua, Kota Medan.

References

Downloads

Published

2026-07-21