SEJARAH ISTANA KOTA BAHRAN LABUHANBATU SELATAN

Authors

  • Astri Yudianingsih Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial , State University of Medan image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.24114/fj5t2r23

Abstract

Istana Kota Bahran merupakan peninggalan bersejarah Kesultanan Kota Pinang di Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang memiliki nilai penting dalam perkembangan politik, sosial, dan budaya masyarakat Melayu. Namun, kajian mengenai sejarah berdirinya, fungsi, serta transformasi peran istana akibat kolonialisme Belanda masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah berdirinya Istana Kota Bahran, faktor-faktor yang melatarbelakangi pembangunannya, fungsi istana dalam sistem pemerintahan Kesultanan Kota Pinang, pengaruh kolonial Belanda terhadap perubahan struktur pemerintahan, serta upaya pelestariannya sebagai warisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dan wawancara dengan tokoh masyarakat serta pihak yang memahami sejarah Kesultanan Kota Pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Istana Kota Bahran dibangun sekitar tahun 1934 pada masa pemerintahan Sultan Tengku Mustafa sebagai pusat pemerintahan dan simbol legitimasi Kesultanan Kota Pinang di tengah perubahan politik pada masa kolonial. Selain berfungsi sebagai pusat administrasi, istana juga menjadi pusat hukum adat, diplomasi, kegiatan ekonomi, kebudayaan, dan keagamaan. Intervensi pemerintah kolonial melalui kontrak politik, Korte Verklaring, pembentukan afdeling, dan pengawasan controleur mengubah struktur birokrasi kesultanan serta menggeser fungsi politik istana. Meskipun demikian, Istana Kota Bahran tetap memiliki nilai historis dan budaya yang penting sehingga pelestariannya melalui konservasi, perlindungan cagar budaya, serta pengembangan wisata sejarah menjadi langkah strategis dalam menjaga identitas sejarah masyarakat Labuhanbatu Selatan.

 Keywords: Istana, sejarah lokal, Bahran, cagar budaya.

References

Downloads

Published

2026-07-21