ANALISIS SIMBOLIK PADA UPACARA PERNIKAHAN ADAT PAKPAK (KAJIAN SEMIOTIK)

Fitri Sari Berampu, Abdurrahman Adisaputera

Abstract


ABSTRAK

  

Fitri Sari Berampu, NIM 2133210011. Analisis Simbolik pada Upacara Pernikahan Adat Pakpak (Kajian Semiotik). Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk simbolik yang terdapat pada upacara pernikahan adat Pakpak, makna denotasi dan makna konotasi bentuk simbolik yang terdapat pada upacara pernikahan Adat Pakpak dan mitos bentuk simbolik yang terdapat pada upacara pernikahan adat Pakpak.

Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik simak dan teknik catat berupa rekaman. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara detail dan menyeluruh.

Data dari penelitian ini adalah tuturan. Dari hasil penelitian, terdapat 17 bentuk simbolik yang digunakan pada upacara pernikahan adat Pakpak. Bentuk simbolik itu seperti, 1) Mberas Mpihir (beras), 2) Gatap (sirih), 3) Pinggan Pasu (piring Putih), 4) Emas, 5) Kepeng (uang), 6) Kembal , 7) Baka SIlampis, 8) Blagen (Tikar) 9)Oles, 10) Luah (buah tangan), 11) ayam, 12) bagian kepala hewan ternak, 13) Bagian hati hewan ternak, 14) Bagian tulang hewna ternak, 15) Bagian dada hewan ternak, 16) bagian ekor hewan ternak 17) ikan Simundur mundur. Dari bentuk simbolik tersebut memiliki makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Secara umum, pemberian bentuk simbolik tersebut pada upacara adat Pakpak merupakan simbol penghormatan terhadap anggota keluarga dan simbol telah melaksanakan suatu upacara adat yang besar.

 

Kata Kunci: Semiotika, Bentuk Simbolik, Simbol

 


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 388 times
PDF - 1387 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.