REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM ANIMASI FABEL “PADA ZAMAN DAHULU” SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
DOI:
https://doi.org/10.24114/ajs.v15i1.72634Keywords:
Nilai Budaya, Pendidikan Karakter, Animasi FabelAbstract
Penelitian ini bertujuan Menganalisis aspek nilai-nilai budaya yang ada dalam serial animasi “Pada zaman dahulu. Dengan lima kategori: Hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan masyarakat, hubungan manusia dengan manusia lain dan hubungan manusia dengan diri sendiri. Selain itu, mendeskripsikan peran animasi “Pada zaman dahulu” sebagai upaya edukasi budaya serta pengenalan karakter yang baik pada anak. Dengan menjabarkan nilai-nilai Pendidikan karakter yang terkandung dalam animasi tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk menemukan representasi nilai budaya pada serial animasi “Pada zaman dahulu” sebagai pedoman pendidikan karakter anak. Teknik dalam mengumpulkan data pada penelitian ini dengan cara teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik analisis konten sastra berupa sebuah tayangan cerita fiksi fabel animasi anak yang berjudul “Pada zaman dahulu”, dengan cara menonton tayangan serial animasi “Pada zaman dahulu” yang kemudian dipahami, diintepretasi selanjutnya disusun dengan sebuah tabel dan data tersebut dianalisis dengan sosiologi sastra untuk menentukan nilai budaya yang ada didalam sebuah serial animasi tersebut. Hasil dari penelitian terdapat beberapa nilai budaya yang dapat dijadikan sebagai upaya dalam pembentukan karakter anak, dengan melihat 18 nilai pendidikan karakter abad 21. Ditemukan 12 data yang termasuk dalam nilai pendidikan karakter diantaranya: (1) Religius, (2) jujur), (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja sama, (6) kreatif, (7) rasa ingin tahu, (8) menghargai prestasi, (9) bersahabat dan komunikatif, (10) cinta damai, (11) peduli sosial, (12) peduli lingkungan. Dengan adanya representasi nilai budaya dalam serial animasi fabel dapat dijadikan sebagai pengenalan nilai karakter melalui representasi budaya kepada anak dan upaya dalam pembentukan karakter anak, dikarenakan memuat beberapa nilai pendidikan karakter anak dengan berjumlah 12 nilai yang ditemukan.References
Endraswara, Suwardi. (2008). Metodologi
penelitian sastra : Epistemologi, model, teori dan aplikasi. Yogyakarta: Media Pressido.
Handayani, Dila., Sitinjak,D.R., & Bella, R.S. (2021). Nilai-nilai budaya dalam legenda Siti payung. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik,
Sastra dan Pendidikan. Vol 6 No 2 Tahun 2021.
Handayani, D., Sitinjak, D. R., & Ritonga, M.(2022). Nilai-nilai budaya pada cerita rakyat putri berdarah putih. Linguistik: Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(2).
Juwati. (2021). Sastra anak (Pengantar, dan apresiasi dunia anak). CV Cakrawala Satria Mandiri.
Ningsih, T. (2021). Pendidikan karakter: Teori
dan praktik. Rumah Kreatif Wadas Kelir.
Nurgiantoro, B. (2018). Teori pengkajian
fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nurmansyah, G., Rodliyah, N., & Hapsari, R.
A. (2019). Pengantar antropologi. Aura CV Anugrah Utama Rahaja.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta.
Sukatin, M. S., & Saifillah, A. F. (2021). Pendidikan karakter. CV Budi Utama.
Radzi, Burhanuddin dan Hajah Ainon Ariff. Pada zaman dahulu: Musim 1-5 (2011-2019). Les Copaque Production.
Zanky, Nuruddin (2022) Representasi nilai ketuhanan dalam novel-novel karya Sri Wintala Acmad (Kajian Antropologi Sastra).
Jurnal Edukasi Khatulistiwa Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5. No 1. April 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






