KESANTUNAN BERBAHASA TUTURAN ROCKY GERUNG DALAM YOUTUBE BERTEMA PILPRES EDISI FEBRUARI 2024

Authors

  • Taqwa Bintang Adhitya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Odien Rosidin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Erwin Salpa Riansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.24114/ajs.v15i1.72635

Keywords:

Pragmatik, Prinsip Kesantunan, Implikatur, Rocky Gerung

Abstract

Kesantunan berbahasa memiliki peranan penting dalam menjaga keharmonisan antarmanusia agar terhindar dari konflik sosial. Dalam praktiknya, banyak individu yang belum menerapkan kesantunan berbahasa secara tepat, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap prinsip kesantunan. Dalam interaksi verbal, tuturan yang melanggar kesantunan kerap mengandung maksud tersirat. Pelanggaran terhadap prinsip kesantunan dan kemunculan implikatur dapat dijumpai dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk media digital seperti youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa serta implikatur yang dihasilkan pada tuturan Rocky Gerung dalam tayangan YouTube bertema Pilpres edisi Februari 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak, teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Sumber data penelitian terdiri atas empat tayangan youtube yang menampilkan Rocky Gerung sebagai pembicara. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya 45 data pelanggaran prinsip kesantunan, yang meliputi maksim kebijaksanaan (7 data), kedermawanan (7 data), penghargaan (5 data), kesederhanaan (2 data), dan  kemufakatan (24 data). Selain itu, ditemukan 42 implikatur konvensional dan 3 implikatur nonkonvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa tuturan Rocky Gerung cenderung bersifat terbuka, kritis, dan menunjukkan perbedaan pandangan terhadap lawan tuturnya.

References

Djajasudarman, F. (2010). Ancangan metode penelitian dan kajian linguistik. Bandung: PT Refika Aditama.

Hermaji, B. (2021). Teori pragmatik. Yogyakarta: Magnum Pusaka Utama.

Mahsun. (2017). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Depok: Rajagrafindo Persada.

Nadar, F. X. (2013). Pragmatik dan penelitian pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahardi, K. (2009). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Rahardi, K. (2018). Pragmatik: Kefatisan berbahasa sebagai fenomena pragmatik baru dalam perspektif sosiokultural dan situasional. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Rahmawati, D. P., Fatin, I., & Ridlwan, M. (2020). Implikatur konvensional bermodus imperatif pada tuturan motivasi Merry Riana dan relevansinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13(2), 243–255.

Simangunsong, A. D., & Yanti, F. (2022). Pembelajaran berbasis digital. Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

Sudaryanto. (2016). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Tarigan, G. H. (2021). Pengajaran pragmatik. Bandung: Angkasa.

Tinambunan, T. M. (2022). Pemanfaatan YouTube sebagai media komunikasi massa di kalangan pelajar. Jurnal Mutakallimin: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1).

Yonsa, Y. F. Y. (2020). Menjalin hubungan sosial melalui kesantunan berbahasa. Sarasvati, 2(1), 72–77.

Downloads

Published

2026-02-09