INDONESIA BASS FAMILY (IBF) SEBAGAI SALAH SATU WADAH (KOMUNITAS) PARA BASSIST INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24114/grenek.v8i1.13483Keywords:
Deskripsi Singkat Indonesia Bass Family (IBF), Susunan Kepengurusan Indonesian Bass Family (IBF), Susunan Kepengurusan IBF Chapter Medan (Sumatera Utara), Deskripsi Singkat Indonesian Bass Family (IBF), Susunan Kepengurusan IBF Chapter MedanAbstract
Tanpa adanya suara bass, musik akan terdengar terlalu kering dan tidak bulat. Meskipun begitu,pada kenyataannya, menjadi pemain bass adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dijalani. Jangkauan nada
yang dihasilkan dari instrumen guitar bass dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, adalah jumlah
dari fretboard yang terdapat pada instrumen bass. Kedua, adalah jumlah senar yang terdapat pada instrumen
bass. Berbeda dengan gitaris, kebanyakan pemain bass biasanya memang tidak menggunakan efek bass
pada routing sinyal mereka.
Namun, hal ini tidak berlaku umum karena ada beberapa aransemen lagu yang membutuhkan efek
bass tertentu agar klop dengan dinamika atau maksud lagu tersebut. Di Indonesia ternyata terdapat sebuah
komunitas sekaligus wadah tempat berkumpulnya para pemain alat musik bass atau bassist dari seluruh
Indonesia yaitu Indonesian Bass Family (IBF). Harry Toledo (Azharianto Akha), salah satu pemain bass
senior di Indonesia membentuk Indonesia Bass Family (IBF) pada tahun 2010, yang bertujuan untuk
mempertemukan para bassist muda dengan para seniornya dalam satu wadah komunitas tempat berbagi
pengalaman bermain, belajar bermusik dan hal lain yang diperlukan untuk menjadi musisi yang baik. Latar
belakang anggota IBF ini sangat beragam, bukan hanya mereka yang berprofesi sebagai bassist ataupun
musisi, namun ada juga profesi lain seperti pegawai kantoran, pebisnis, dll, namun memiliki kemampuan
bermain bass.
References
Downloads
Published
2019-04-29
Issue
Section
Grenek Music Journal
License
Copyright (c) 2019 Danny Ivanno Ritonga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published with the Grenek: Jurnal Seni Musik agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)





