Pemodelan Petri Net untuk Analisis dan Optimasi Alur Transaksi Layanan Kantin Digital: Studi Kasus Sistem RuangRasa di KPwBI Sumatera Utara

Authors

  • Muhammad Ibrohim Nasution State University of Medan image/svg+xml
  • Ayu Sundari

DOI:

https://doi.org/10.24114/7y5hqw62

Abstract

Sistem pelayanan kantin manual pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPwBI Sumut) menghadapi permasalahan asimetri informasi harga dan bottleneck transaksi yang mengakibatkan utilisasi server kritis sebesar 93,3% dengan rata-rata waktu tunggu 13,2 menit per pelanggan. Penelitian ini menerapkan Petri Net sebagai metode pemodelan formal untuk menganalisis dan membandingkan alur transaksi sistem manual (PN₁) dan sistem digital tiga modul RuangRasa (PN₂). Data dikumpulkan melalui pengukuran lapangan langsung selama 10 hari kerja menggunakan stopwatch digital dan kuesioner tervalidasi terhadap 54 responden (pegawai organik dan THOS). Hasil pemodelan menunjukkan PN₁ memiliki kompleksitas struktural SC(PN₁) = 23 dengan dua transisi bottleneck bersifat stokastik tinggi, sementara PN₂ mereduksi kompleksitas menjadi SC(PN₂) = 15 tanpa bottleneck. Sistem RuangRasa yang diimplementasikan dalam arsitektur tiga modul — Modul Pembeli, Modul Penjual, dan Dasbor Admin — membuktikan sifat liveness dan boundedness Petri Net melalui eliminasi transisi stokastik. Utilisasi server berhasil diturunkan dari zona kritis 93,3% menjadi 60,0%, dengan reduksi waktu tunggu sebesar 95,2% dari 13,2 menit menjadi 0,64 menit. Penelitian ini berkontribusi pada penerapan Petri Net sebagai alat analisis proses bisnis layanan kantin institusional.

References

Published

2026-08-31