PENGOLAHAN BERBAGAI MAKANAN SAGU UNTUK PENANGANAN MASALAH PMT DI NAGARI KURAITAJI TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.24114/jpkm.v31i2.65618Abstract
Stunting masih menjadi perhatian utama perangkat nagari Kuraitaji Timur karena masalah ini
berkelanjutan dan tidak mengalami penurunan yang berarti meskipun program PMT tetap dilakukan. Jenis
makanan PMT yang diberikan kader posyandu, sering tidak bervariasi sehingga anak penderita stunting
menjadi bosan dan tidak berminat terhadap makanan tersebut. Akibatnya, asupan gizi kurang terpenuhi
dan program PMT tidak memberikan hasil yang maksimal. Disamping itu, kader posyandu dengan
pendidikan rendah dan kurangnya ilmu dalam penyediaan variasi makanan, juga menjadi penyebab kurang
optimalnya penurunan stunting di nagari tersebut. Sagu merupakan pangan lokal dengan gizi lengkap yang
banyak dihasilkan di nagari tersebut. Sagu dapat dijadikan salah satu alternatif variasi makanan untuk
PMT. Agar gizi sagu dapat dipertahankan, perlu pengolahan yang benar dalam memasaknya untuk
kebutuhan anak stunting. Oleh karena itu perlu adanya transfer ilmu gizi tentang pengolahan sagu kepada
para kader posyandu melalui praktek langsung pengolahan sagu menjadi berbagai jenis makanan,
khususnya sagu. Hasil kuesioner sebelum kegiatan menunjukkan bahwa 91% kader mengungkapkan menu
PMT kurang bervariasi, 85% menyatakan tidak memperhatikan kandungan gizi menu PMT, 77%
menyatakan tidak memiliki ilmu gizi yang cukup dalam memasak makanan PMT, 71% menyatakan tidak
mengetahui sagu dapat dijadikan makanan PMT. Setelah selesai pengabdian, 74% kader merasakan bahwa
pengabdian menambah pengetahuan gizi dan 94% bertambah ilmunya dalam mevariasikan makanan PMT.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
