EDUKASI EKSTRAK BUAH KAPUL (Baccaurea macrocarpa) SEBAGAI MINUMAN PENAMBAH GIZI DAN BERPERAN MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH
DOI:
https://doi.org/10.24114/2b405618Abstract
Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan terganggunya produksi hormon insulin, salah satunya akibat kerusakan pankreas. Terganggunya produksi insulin akan menyebabkan glukosa dalam darah menjadi tinggi (hiperglikemia). Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang paling umum dan 90% dari penyakit diabetes. Permasalahan utama yaitu berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan penderita diabetes terbanyak ketiga di Indonesia dengan prevalensi 2,3% dan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda sebanyak 6442. Penanganan diabetes dapat dilakukan dengan mengontrol pola makan sehingga gula darah stabil. Salah satu makanan yang dapat membantu menjaga gula darah adalah buah kapul atau tampoi (Baccaurea macrocarpa). Daging buah kapul memiliki rasa asam segar rasa ini dapat ditambahkan dengan gula agar membuat banyak masyarakat suka, namun tujuan dari pengabdian ini adalah memanfaatkan buah sebagai penurun kadar glukosa darah sehingga penggunaan pemanis alternatif sebagai substitusi gula pasir adalah pilihan terbaik. aspartam adalah pemanis buatan yang dibuat dari senyawa golongan aspartat, fenilalanin, dan metanol. Aspartam tidak berbahaya bagi kesehatan, tidak menaikkan gula darah, serta tidak menyebabkan kanker. Metode pelaksanaan dengan mitra adalah melakukan koordinasi dengan Kelurahan dan Mitra untuk mengetahui gambaran glukosa darah dan edukasi ekstrak kapul sebagai penambah gizi dan penurun glukosa darah. Kegiatan ini mendapat kesimpulan meingkatkanya antusias warga setelah mengetahui manfaat dan cara pengolahan kapul dengan mengambil buah kapul sebagai buah tangan
References
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
