PENDAMPINGAN PEMBUATAN PMT DARI PANGAN OLAHAN LOKAL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI DAN UPAYA PREVENTIF STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.24114/jpkm.v32i1.72111Abstract
Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024, tantangan besar masih dihadapi terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sungai Rengas. Di desa Sungai Rengas, risiko stunting pada Balita cukup tinggi akibat faktor multidimensi, seperti rendahnya pengetahuan gizi orang tua, keterbatasan daya beli, kurangnya inovasi pengolahan pangan lokal, serta layanan Posyandu yang belum optimal dalam pemberian makanan tambahan bergizi. Desa ini memiliki potensi sumber daya lokal seperti ikan gabus dan labu kuning yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam mengolah pangan lokal menjadi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bergizi serta memperkuat kapasitas mereka dalam pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi keluarga. Metode kegiatan dengan menilai efektivitas program dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta terkait gizi, pemanfaatan pangan lokal, pengolahan PMT, dan keamanan pangan. Setelah pendampingan oleh tim PKM STIKES Panca Bhakti Pontianak, terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan 19 kader Posyandu di Desa Sungai Rengas dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 33,25 poin. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan metode pendampingan dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan pemanfaatan pangan lokal, teknik pengolahan pangan sehat, kesadaran terhadap kebersihan dan sanitasi, serta keDownloads
Published
2026-01-26
Issue
Section
Articles
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
