PENDAMPINGAN PEMBUATAN PMT DARI PANGAN OLAHAN LOKAL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI DAN UPAYA PREVENTIF STUNTING

Authors

  • Melyani Prodi D III Kebidanan STIKES Panca Bhakti Pontianak
  • Yuliana STIKES PANCA BHAKTI PONTIANAK
  • ALEXANDER STIKES PANCA BHAKTI PONTIANAK
  • Nurul Arriza STIKES PANCA BHAKTI PONTIANAK

DOI:

https://doi.org/10.24114/jpkm.v32i1.72111

Abstract

Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024, tantangan besar masih
dihadapi terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sungai Rengas. Di desa Sungai Rengas, risiko stunting pada
Balita cukup tinggi akibat faktor multidimensi, seperti rendahnya pengetahuan gizi orang tua, keterbatasan daya
beli, kurangnya inovasi pengolahan pangan lokal, serta layanan Posyandu yang belum optimal dalam pemberian
makanan tambahan bergizi. Desa ini memiliki potensi sumber daya lokal seperti ikan gabus dan labu kuning yang
belum dimanfaatkan secara maksimal. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam
mengolah pangan lokal menjadi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bergizi serta memperkuat kapasitas
mereka dalam pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi keluarga. Metode kegiatan dengan menilai
efektivitas program dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan
peserta terkait gizi, pemanfaatan pangan lokal, pengolahan PMT, dan keamanan pangan. Setelah pendampingan
oleh tim PKM STIKES Panca Bhakti Pontianak, terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan 19 kader
Posyandu di Desa Sungai Rengas dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 33,25 poin. Peningkatan ini
mencerminkan keberhasilan metode pendampingan dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan pemanfaatan
pangan lokal, teknik pengolahan pangan sehat, kesadaran terhadap kebersihan dan sanitasi, serta ke

References

Downloads

Published

2026-01-26