PENGUATAN PEMBELAJARAN VOKASI BIDANG GEOSPASIAL MELALUI KEGIATAN PEMASANGAN BENCHMARK DI SMK NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG

Authors

  • Een Lujainatul Isnaini Lujainatul Isnaini Institut Teknologi Sumatera
  • Tri Kies Welly Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • Akbar Wahyu Nugraha Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • Agung Pandi Nugroho Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • Meraty Ramadhini Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • Rizqon Fasya Afdoli Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • Salsya Anisa Putri Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • M. Davi Ramdhani Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera
  • Muhammad Asmaraja Calapati Program Studi Teknik Geomatika, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Institut Teknologi Sumatera

DOI:

https://doi.org/10.24114/qxq3wx23

Abstract

Pembelajaran geospasial dan survei pemetaan pada pendidikan menengah kejuruan, khususnya Program Keahlian Geodesi dan Geomatika, memerlukan dukungan sarana praktik yang memadai agar kompetensi siswa dapat berkembang secara optimal. Salah satu kendala yang dihadapi Jurusan Teknik Geomatika SMK Negeri 2 Bandar Lampung adalah belum tersedianya benchmark (BM) permanen sebagai titik kontrol geodetik yang memenuhi standar teknis. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan dalam pelaksanaan praktikum survei dan pemetaan secara autentik dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pembelajaran geospasial melalui pemasangan benchmark permanen di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi lokasi, pembuatan dan pemasangan benchmark, pengukuran koordinat menggunakan instrumen survei modern berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS), serta penyusunan modul praktikum pengukuran. Evaluasi dilakukan melalui penilaian sebelum dan sesudah kegiatan terhadap aspek pemahaman penggunaan BM, pentingnya BM dalam pembelajaran, kendala pembelajaran terkait ketersediaan BM, dan optimalisasi pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan skor pada seluruh indikator dengan kenaikan sebesar 0,8–1,2 poin. Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya pemahaman siswa mengenai konsep koordinat geodetik, akurasi pengukuran, dan prosedur pemetaan topografi. Keberadaan benchmark permanen mendukung pelaksanaan praktikum yang lebih terstandar, efisien, dan sesuai kaidah profesional, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan penelitian terapan yang memperkuat literasi spasial serta kompetensi teknis siswa di bidang geospasial.

 Kata kunci: Patok Benchmark, GNSS, Pembelajaran Vokasi, Geospasial, Survei Pemetaan

References

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles