PELATIHAN AGEN PERUBAHAN KESEHATAN REMAJA UNTUK PROGRAM DESA REMAJA SEHAT BERBASIS PANGAN LOKAL

Authors

  • Rina Pasaribu Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan
  • Elisabeth Surbakti

DOI:

https://doi.org/10.24114/m5eevv17

Abstract

Masalah gizi pada remaja, khususnya anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK), merupakan faktor risiko penting bagi terjadinya stunting di masa depan. Minimnya edukasi gizi prakonsepsi serta terbatasnya pilihan jajanan sehat memperburuk situasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih agen perubahan melalui edukasi gizi dan pelatihan pengolahan jajanan berbasis pangan lokal untuk mendukung program Desa Remaja Sehat. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tambak Bayan, Desa Saentis, Kabupaten Deliserdang pada Juli–Agustus 2025 dengan pendekatan partisipatif berbasis komunitas (CBPR). Evaluasi menggunakan instrumen pre-post: tes pengetahuan (20 soal), skala sikap (15 pernyataan; skor 1–4), dan lembar observasi keterampilan praktik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rerata skor pengetahuan (dari 57,33 ± 9,23 menjadi 86,67 ± 9,94; p = 0,006) dan sikap (dari 28,40 ± 3,85 menjadi 50,73 ± 5,19; p = 0,001). Semua peserta menunjukkan kemampuan dasar dalam membuat dan mempromosikan minimal dua jenis jajanan sehat berbahan pangan lokal. Terbentuk kelompok usaha kecil berbasis pangan lokal dan rencana integrasi program ke Posyandu Remaja. Pelatihan ini menunjukkan potensi strategi berbasis komunitas dan pangan lokal dalam pencegahan stunting sejak usia remaja.

 Kata kunci: agen perubahan, remaja, edukasi gizi, pangan lokal, desa sehat

 

Author Biographies

  • Rina Pasaribu, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

    Jurusan Gizi

  • Elisabeth Surbakti

    Jurusan Kebidanan

References

Downloads

Published

2026-09-26