Aktivitas Fisik dan Screen Time Mahasiswa PJKR IKTL: Studi Deskriptif tentang Pola Gaya Hidup Mahasiswa di Era Digital
Studi Deskriptif tentang Pola Gaya Hidup Mahasiswa di Era Digital
Kata Kunci:
aktivitas fisik; screen time; gaya hidup sedentari; mahasiswa; era digital.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola aktivitas fisik dan screen time mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) di Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 120 mahasiswa, dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire- Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik serta kuesioner screen time yang telah diadaptasi untuk mengukur paparan layar harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% mahasiswa berada pada kategori aktivitas fisik rendah, 15% sedang, dan tidak ada yang mencapai kategori tinggi. Sementara itu, 68,3% mahasiswa melaporkan memiliki screen time ≥4 jam per hari, dengan 35,8% berada pada rentang 4–6 jam dan 32,5% lebih dari 6 jam. Analisis tabulasi silang menunjukkan sebagian besar mahasiswa dengan aktivitas fisik rendah juga memiliki screen time tinggi, yang mencerminkan pola gaya hidup sedentari. Selain itu, 52,5% mahasiswa menyatakan screen time sering mengurangi aktivitas fisik, dan 72,5% mengaku terganggu pola tidurnya. Temuan ini menegaskan adanya ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan penggunaan perangkat digital, sehingga diperlukan program aktivitas fisik terstruktur dan literasi digital sehat berbasis kampus.
Keywords: aktivitas fisik; screen time; gaya hidup sedentari; mahasiswa; era digital.
Referensi
Ajzen, Icek. 1991. “The Theory of Planned Behavior.” Tagliche Praxis 50(1):179–211.
Araya, Raden Cyntani, Yati Rukhayati, Imas Damayanti, Adang Suherman, Nur Indri Rahayu, Jajat Jajat, and Kuston Sultoni. 2022. “Hubungan Screen Time Dan Tingkat Aktivitas Fisik Mahasiswa Di Masa Covid-19 Dengan Health Related Quality of Life.” Medikora 21(1):31–40. doi:10.21831/medikora.v21i1.47258.
Kumban, Wannisa, Salila Cetthakrikul, and Anoma Santiworakul. 2025. “Smartphone Addiction, Screen Time, and Physical Activity of Different Academic Majors and Study Levels in University Students.” International Journal of Environmental Research and Public Health 22(2):1–13. doi:10.3390/ijerph22020237.
Pirwani, Neha, and Attila Szabo. 2025. “One-Year Update on Physical Activity and Smartphone Addiction in University Students: A Systematic Review of Novel Research.” Preventive Medicine Reports 57(July):103178. doi:10.1016/j.pmedr.2025.103178.
Prakoso, Anang Bagus, Nur Ahmad Arief, Abd Muin, and Nurul Kusuma Wardani. 2024. “Correlation between Screen Time and Physical Activity to Student’s Physical Fitness.” Jurnal Keolahragaan 12(2):164–74. doi:10.21831/jk.v12i2.76265.
Rosenstock, Irwin M., Victor J. Strecher, and Marshall H. Becker. 1988. “Social Learning Theory and the Health Belief Model.” Health Education & Behavior 15(2):175–83. doi:10.1177/109019818801500203.
Stiglic, Neza, and Russell M. Viner. 2019. “Effects of Screentime on the Health and Well-Being of Children and Adolescents: A Systematic Review of Reviews.” BMJ Open 9(1). doi:10.1136/bmjopen-2018-023191.
Twenge, Jean M., Jonathan Haidt, Jimmy Lozano, and Kevin M. Cummins. 2022. “Specification Curve Analysis Shows That Social Media Use Is Linked to Poor Mental Health, Especially among Girls.” Acta Psychologica 224(January):103512. doi:10.1016/j.actpsy.2022.103512.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pedagogik Olahraga is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.





