Telaah Celah Keberagaman Warga Negara dalam Prinsip Liberalisme

Verbena Ayuningsih Purbasari, Suharno Suharno

Abstract


Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membandingkan teori John Rawls dan Will Kymlicka mengenai keberagaman warga negara dalam prinsip liberalisme. Meskipun sama-sama meletakkan prinsip dasarnya pada liberalisme, namun dua teori ini memiliki cara yang berbeda dalam memandang keadilan, kebebasan, dan hak-hak warga negara. Oleh karena itu, perlu ditawarkan sebuah solusi untuk menghapus celah keberagaman warga negara dalam prinsip liberalisme, yakni dengan membentuk kewarganegaraan multidimensional abad 21. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode library research, yakni metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memanfaatkan sumber dan bahan kepustakaan. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh ialah keberagaman dalam pandangan Rawls hanya berfungsi apabila mendukung politik liberalisme, sedangkan dalam pandangan Kymlicka keberagaman sebagai elemen dasar dalam politik multikulturalisme. Teori keadilan Rawls terbagi dalam 2 jenis, yakni hak warga negara untuk mengakses sistem sosial yang sesuai dengan kebebasan bagi seluruh orang dan adanya ketimpangan sosial dan ekonomi untuk memberi manfaat orang yang kurang beruntung, Sedangkan Kymlicka memandang keadilan apabila kelompok minoritas mendapat hak untuk melakukan pembatasan interanl dan perlindungan eksternal. Penekanan Rawls terhadap pentingnya warga negara kembali ke original position justru menghambat warga negara menyadari hak-hak budayanya. Oleh karena itu, Kymlicka membagi hak menjadi 2 macam, yakni hak perorangan dan hak kolektif yang dibedakan. Terakhir, untuk menghapus celah tersebut maka fokus diarahkan ke pembentukan karakter warga negara multidimensional abad 21, yakni: dimensi personal, sosial, ruang, dan waktu.


Keywords


Keberagaman, Warga Negara, Liberalisme, Kewarganegaraan Multidimensional Abad 21

Full Text:

PDF

References


Alam, A. (2015). Minority Rights Under International Law. Journal of the Indian Law Institute, 57(3): 376–400.

Bardon, A. (2018). Culture, Neutrality, and Minority Rights. European Journal of Political Theory, 17(3): 364–374.

Barker, C. (2012). Cultural Studies: Theory and Practice. California: SAGE Publications, Inc.

Barten, U. (2015). Minorities, Minority Rights and Internal Self-determination. Switzerland: Springer International Publishing.

Barth, W. K. (2008). On Cultural Rights: The Equality of Nations and The Minority Legal Tradition. London: Martinus Nijhoff Publishers.

Cogan, J. J., & Kubow, P. K. (1997). Multidimentional Citizenship: Educational Policy for the Twenty-first Century. Retrieved from https://digitalcommons.unomaha.edu/slceinternational/2

Craig, E. (2012). From Security to Justice? The Development of a More Justice-Oriented Approach to The Realisastion Of European Minority Rights Standards. Netherlands Quarterly of Human Rights, 30(1): 41–65.

Duverger, M. (1998). Sosiologi Politik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Haryanto, S. (2012). Konflik Sosial di Era Reformasi. Masyarakat, Kebudayaan, Dan Politik, 25(4): 299–308.

Kaelan. (2015). Liberalisasi Ideologi Negara Pancasila (1st ed.). Yogyakarta: Paradigma.

Kaul, V. (2011). Multiculturalism and The Challenge of Pluralism. Philosophy and Social Criticism, 37(4): 505–516. Retrieved from https://doi.org/10.1177/0191453711400997

Kymlicka, W. (2004). Justice and Security in Accommodation of Minority Nationalism. In J. May, S., Modood, T. & Squires (Eds.), Ethnicity, nationalism, and minority rights. Cambridge: Cambridge University Press.

Kymlicka, W. (2015). Kewargaan Multikultural (1st ed.; terjemahan Budi Hardiman). Jakarta: LP3ES.

Nason, S. (2017). Multiculturalism, Human Rights, and Proportionality. King’s Law Journal, 19(2), 391–401. Retrieved from

https://doi.org/10.1080/09615768.2008.11423676

O’nions, H. (2007). Minority Rights Protection in International Law. Retrieved from https://doi.org/10.4324/9781315595566

Ommen, T. . (2004). New Nationalisms and Collective Rights: The Case of South Asia. In J. S., Modood, T. & Squires (Eds.), Ethnicity, nationalism, and minority rights. Cambridge: Cambridge University Press.

Patten, A. (2014). Equal Recognition: The Moral Foundations of Minority Rights. Princeton: Princeton University Press.

Rawls, J. (1993). A Theory of Justice. London: Oxford University Press.

Rawls, J. (2001). Justice as Fairness: a Restatement (E. Kelly, ed.). England: The Belknap Press of Harvard University Press.

Smits, K. (2014). Dialogue: Why Does Culture Matter? The Political Uses of Minority Cultures. Politics, Groups, and Identities, 2(4): 674–680.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.24114/jupiis.v11i1.12391

DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/jupiis.v11i1.12391.g11414

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License