Strategi Optimalisasi Sistem Pembinaan Penyidik Polri Guna Meningkatkan Kinerja Organisasi

Dadang Hartanto

Abstract


In an effort to optimize organizational performance, various strategies are needed, especially in the police field of investigation. Various efforts can be made in the form of implementing a reward system, a certification system and a performance appraisal system. But until now it is still partial and has not provided a sense of justice and increased motivation. Merit system has not become a foundation in the system. This is influenced by several main factors, namely the role of leadership, mental models of Criminal Investigation personnel, surveillance systems. Stakeholder support is still limited to discourse and in the operational field. Stakeholders in the budget sector are still oriented to other fields of activity outside of coaching. The use of information technology that is still partial does not support the operation of the investigator guidance system. Operationalisation of the system that is still manual also still occurs so that the data and information collected cannot be optimally processed in determining the performance displayed by the National Police investigator, the rewards given as well as the competency map and special areas of expertise. These factors are influenced by mental models in definitive routines, the attention of leaders and blueprints for the design of an IT-based police investigating system. Therefore, the mental model that encourages innovation and breakthrough needs to be created, the struggle of leaders in setting programs and budgets as well as the blueprint for system design that is complete and ready to be followed up.


Keywords


Strategy, Development, Performance, Organization

Full Text:

PDF

References


Agung, j. (1996). Strategi manajement. Yogyakarta. ANDI

Britain, G. (2007). The moral Ringht of the authors. University press

Darma, S. (2013). Manajemen Kinerja (Falsafah, Teori, dan penerapannya). Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Dharma, A dkk. (1996). Mass Communication Theory. Jakarta: Erlangga

Djamin, A. (1995). Administrasi Kepolisian RI. Jakarta: CV. Mandira Buana

Edwar E. L. III. (1983). Sistem imbalan dan pengembangan. Jakarta. Lembaga Pendidikan dan pembinaan Manajemen (LPPM) dan PT. Pustaka Binaman Pressindo, Anggota IKAPI.

Gudono. (2016). Teori organisasi. Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta

Hesselbein, Frances. The leader of the future 2. Jossey – Bass

Moch, I. dkk. (2014). Sistem Informasi Manajemen. Bandung. CV. Pustaka Setia

Kadarisman, M. (2014). Manajemen Kompensasi. Depok. PT. Rajagrafindo Persada

Ketentuan pidana Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta

Kuntadi, C. (2015). Menata Birokrasi Bebas Korupsi. Jakarta. Anggota IKAPI.

Kunarto. (1997). Perilaku Organisasi Polri. Jakarta: Pt. Cipta Manuggal

Kutipan pasal 72: Ketentuan Pidana Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang hak Cipta

Kutipan pasal 27 : sanksi pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta ( UU No. 19 Tahun 2002)

Peter M. S. (2002). Strategi dan alat-alat untuk membangun organisasi pembelajaran. Jakarta. Interaksa

Peter M. S. (1994). Fifth discipline. New york. Bantam Doubleday Dell Publising Group

Sudarmanto. (2015). Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Robbins, S. (1996). Prilaku Organisasi. Konsep, Kontroversi, dan aplikasi. Jakarta. Prenhallindo.

Rose-Ackerman, S. (1999). Corruption and goverment: causes, consequences, and reform. Amerika. Cambridge University Press

Zainal, V.R dkk. (2015). Menajemen Kinerja. Yogyakarta. Anggota IKAPI

Wart and Lisa A. Dicke. (2008). Administrasi leadership in the public sector. Amerika. Library of Congress Catalloging.

Sterman, J. (2000). Manajement information system. Amerika. The McGraw-Hill

Prihadi, S.F. (2004). Assesment Centre (Identifikasi, pengukuran, dan pengembangan kompetensi). Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sunarto, K. (2000). Pengantar Sosiologi. Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Yuki, G. (2001). Kepemimpinan Dalam organisasi. Jakarta. PT Indeks

Wulansari, D. (2017). Manajemen bisnis. Jakarta: Gemilang

Sangsi pelanggaran pasal 44 UU No. 7 Tahun 1997 tentang perubahan atas UU No. 6 Tahun 1997 Tentang Hak Cipta.

Sarwono, S.W. (2014). Psikologi lintas Budaya. Jakarta: PT. Rajagrafindo persada

Sudaryono. (2014). Budaya dan prilaku organisasi. Jakarta: Cendikia Perkantoran sentra

Kutipan pasal 72: ketentuan pidana undang-undang republik indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak hak cipta.

Umam, K. (2015). Manajemen Organisasi. Bandung: CV. Pustaka Setia

Werther, W.B. (1996). Human Resources and Personel Management. New york

Wibowo. 2016. Budaya Organisasi. Jakarta: PT. Raja grafika Persada

Subroto, N. (2003). Handbook of Organizations Kajian dan Teori Organisasi. Yogyakarta: Amara Books

Rachmat. (2014). Manajemen Strategik. Bandung: CV. Pustaka Setia

Suparlan, P. (2011). Bunga Rampai Ilmu Kepolisian Indonesia. Jakarta: Yayasan Pengembangan Ilmu Polisi.

Perundang-undangan:

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

_______________, Undang-Undang Nomor, 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 4168

¬¬¬_______________, Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana

_______________, Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tingkat Polda Berita Negara RI tahun 2010 Nomor 478

_______________, Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemberian Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai Di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia

_______________, Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2011 tentang Penilaian Kinerja Bagi Pegawai Negeri Pada Kepolisian Negara Republik Indonesia Dengan Sistem Manajemen Kinerja

_______________, Peraturan Kabareskrim (Perkaba) Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengorganisasian

_______________, Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2017 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia




DOI: https://doi.org/10.24114/jupiis.v12i1.15823

Article Metrics

Abstract view : 83 times
PDF - 35 times

DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/jupiis.v12i1.15823.g13225

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License