Ritual Erpangir Ku Lau pada Etnis Karo di Desa Kuta Gugung Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo

Rosramadhana M.Si

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melihat kearifan lokal etnis Karo, di Sumatera Utara. Kearifan lokal yang dimaksud dalam penelitian ini ialah ritual erpangir ku lau. Ritual ini dilakukan dengan cara dimandikan ke seluruh bagian tubuh, yang berfungsi untuk menyembuhkan dari berbagai jenis penyakit. Ritual erpangir ku lau berarti (marpangir/ memandikan). Bahan yang digunakan seperti berbagai jenis jeruk purut, daun sirih, kunyit, lada hitam dan air. Penelitian menunjukkan bahwa nenek moyang dahulu sudah mempunyai kekuatan intelektual dalam pengobatan tubuh dari berbagai penyakit. Melalui pemanfaatan tumbuhan yang mereka miliki, dibantu dengan  doa  menurut kepercayaan mereka pada masa  itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara  dan observasi. Hasil yang diperoleh dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  pada etnis Karo ritual erpangir  ku lau dijadikan sebagi tradisi dan diturunkan hingga sampai sekarang, tidak ada kepastian  waktu, sejak kapan di mulai tradisi ini, namun yang pasti  ritual ini sudah ada sejak nenek moyang mereka. Ritual ini dilakukan pada saat dan kebutuhan tertentu, misalnya ritual erpanagir ku lau untuk membuang sial/ marabahaya, untuk menyembuhkan dari sakit dan lain-lain. Berdasarakan hasil penelitian menunjukkan ritual ini masih tetap dilaksanakan dan dipertahankan sebagai warisan tradisi budaya Karo.

Keywords


Ritual, Erpangir Ku Lau, Etnis Karo

Full Text:

PDF

References


Bungin, B. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif – Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta : Grafindo

Danandjaja, 2002, Folklor Indonesia, Ilmu gosip, dongeng dan lain lain, Grafiti, Jakarta

Ihromi, T.O. 2006. Pokok – Pokok Antropologi Budaya. Jakarta : Yayasan Obor

Kaplan, D. & Manners, R.A. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Koentjaraningrat, 1985. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta : UI-Press

_____________. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI-Press

____________. 2004. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia

____________. 2007, Ritus Peralihan di Indonesia, PN Balai Pustaka,Jakarta

____________, 2007. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan

_____________. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Http://xeanexiero.blogspot.com/2006/08/erpangir-ku-lau.html diakses pada Rabu, 9 September 2015 pukul 17.33 WIB




DOI: https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i1.5111

Article Metrics

Abstract view : 1703 times
PDF - 980 times

DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i1.5111.g4530

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License