AGAMA DAN KEBUDAYAAN DALAM PERSPEKTIF TEORI SOSIAL

Authors

  • Pujiati Magister of History Science, Universitas Sumatera Utara
  • Fitriaty Tambunan S2 Ilmu Sejarah USU
  • Kus Angelia Tarigan Magister of History Science, Universitas Sumatera Utara
  • Rani Anggriani Magister of History Science, Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.24114/ph.v11i1.71240

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai agama dan kebudayaan terhadap kehidupan sosial dari perspektif teori sosial.Tujuan utama penelitian iniadalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh hubungan agama dan kebudayaan yang dilihat dari berbagai aspek maupun dari pandangan para filsuf. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka secara kualitatif, penelitian ini menerapkan bagaimana penerapan terhadap redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai tahap analisis utama. Temuan utamanya menyoroti terhadap Agama dan kebudayaan menempati posisi strategis dalam kajian teori sosial karena keduanya berperan dalam membentuk struktur dan dinamika masyarakat. Agama dipahami tidak semata-mata sebagai fenomena teologis, melainkan sebagai institusi sosial yang berfungsimengonstruksi nilai, norma, dan identitas kolektif. Dalam kerangka teori sosial klasik dan kontemporer, pemikiran Émile Durkheim, Max Weber, dan Clifford Geertz menunjukkan bahwa agama merupakan bagian integral dari kebudayaan yang memberikan makna simbolik serta legitimasi terhadap tatanan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa relasi antara agama dan kebudayaan bersifat dialektis dan berkontribusi terhadap proses perubahan sosial.   Kata kunci: Agama, Kebudayaan, Teori Sosial.

Downloads

Published

2026-01-29