AGAMA DAN KEBUDAYAAN DALAM PERSPEKTIF TEORI SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.24114/ph.v11i1.71240Abstract
Artikel ini mengkaji mengenai agama dan kebudayaan terhadap kehidupan sosial dari perspektif teori sosial.Tujuan utama penelitian iniadalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh hubungan agama dan kebudayaan yang dilihat dari berbagai aspek maupun dari pandangan para filsuf. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka secara kualitatif, penelitian ini menerapkan bagaimana penerapan terhadap redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai tahap analisis utama. Temuan utamanya menyoroti terhadap Agama dan kebudayaan menempati posisi strategis dalam kajian teori sosial karena keduanya berperan dalam membentuk struktur dan dinamika masyarakat. Agama dipahami tidak semata-mata sebagai fenomena teologis, melainkan sebagai institusi sosial yang berfungsimengonstruksi nilai, norma, dan identitas kolektif. Dalam kerangka teori sosial klasik dan kontemporer, pemikiran Émile Durkheim, Max Weber, dan Clifford Geertz menunjukkan bahwa agama merupakan bagian integral dari kebudayaan yang memberikan makna simbolik serta legitimasi terhadap tatanan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa relasi antara agama dan kebudayaan bersifat dialektis dan berkontribusi terhadap proses perubahan sosial. Kata kunci: Agama, Kebudayaan, Teori Sosial.Downloads
Published
2026-01-29
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Pujiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah oleh Abdul Haris Nasution disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.


