PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN AEROBIK
DOI:
https://doi.org/10.24114/so.v9i1.65453Abstract
Latihan aerobik merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang terbukti
memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kardiovaskuler. Mahasiswa
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi tetap harus memiliki kebugaran
jasmani serta pola hidup yang baik karena tuntungan akademik, untuk itu
membutuhkan intervensi berbasis olahraga untuk meningkatkan daya tahan
kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan parameter
daya tahan kardiovaskuler sebelum dan sesudah program latihan aerobik selama
tiga bulan pada 50 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah
eksperimen dengan desain pretest-posttest. Subjek mengikuti program latihan
aerobik intensitas sedang hingga tinggi sebanyak tiga kali seminggu selama 12
minggu. Parameter yang diukur meliputi denyut jantung istirahat, tekanan darah
sistolik dan diastolik, serta VO₂ max, yang dianalisis menggunakan uji paired t-test
untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil
penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada denyut jantung
istirahat (78,4 ± 5,2 menjadi 70,6 ± 4,8 dpm, p < 0,001), tekanan darah sistolik (128,6
± 7,4 menjadi 121,3 ± 6,8 mmHg, p < 0,001), dan tekanan darah diastolik (82,1 ± 5,6
menjadi 76,8 ± 5,2 mmHg, p < 0,001). Selain itu, kapasitas aerobik yang diukur
melalui VO₂ max mengalami peningkatan signifikan (34,2 ± 4,1 menjadi 40,7 ± 4,5
mL/kg/menit, p < 0,001). Perubahan ini mencerminkan adaptasi fisiologis berupa
peningkatan efisiensi kardiovaskuler dan kapasitas aerobik, yang mendukung
pentingnya latihan aerobik intensitas sedang hingga tinggi dalam meningkatkan
kesehatan jantung dan kebugaran jasmani.