EVALUASI SOSIOSEMIOTIK TERHADAP PENGGUNAAN E-LEARNING UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS DI PESANTREN

Authors

  • Hesti Fibriasari Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Isnaini Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Dani Solihin Universitas Negeri Medan
  • Ahmad Faisal Siregar Pesantren Darul Muhsinin Janji Manahan Kawat

DOI:

https://doi.org/10.24114/jtikp.v12i1.67215

Keywords:

E-learning, Negosiasi budaya, Ruang ketiga, Pedagogi multimodal, Pesantren

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas e-learning yang dikontekstualisasikan secara budaya dalam meningkatkan kemahiran bahasa Prancis, serta mengeksplorasi dinamika negosiasi budaya di lingkungan pesantren di Indonesia. Dengan menggunakan desain mixed-methods sequential explanatory yang terintegrasi dengan Model Evaluasi Kirkpatrick, penelitian ini melibatkan 90 santri dari Pesantren Daarul Muhsinin, Sumatera Utara. Data kuantitatif dari pre/post-test (CEFR A2–B1) dan kuesioner persepsi dianalisis secara triangulatif dengan temuan kualitatif dari diskusi kelompok terfokus (FGD) dan analisis wacana multimodal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemahiran bahasa Prancis (rata-rata pre-test: 58,9 ± 8,1; post-test: 72,3 ± 6,7; Cohen’s d = 1,52), dengan keterampilan berbicara menunjukkan peningkatan tertinggi (37%). Analisis regresi mengidentifikasi keterlibatan (engagement) sebagai prediktor terkuat terhadap kemahiran berbicara (β = 0,68; p = 0,002). Negosiasi budaya muncul dalam tiga strategi: (1) substitusi simbol non-halal (misalnya mengganti vin dengan jus de raisin), (2) rekontekstualisasi artefak budaya (misalnya memadukan beret dengan fesyen islami), dan (3) integrasi historis yang mengaitkan konten Prancis dengan warisan Islam (misalnya membandingkan collège dengan madrasah Andalusia). Proses ini membentuk “Ruang Ketiga Digital” di mana santri secara aktif merekonsiliasi budaya global dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengukuhkan kerangka kerja sosio-teknopedagogik untuk perancangan e-learning yang sensitif terhadap nilai dalam konteks pendidikan keagamaan, serta menawarkan model praktis bagi para pengambil kebijakan yang merespons target UNESCO SDG 4.7 tentang pendidikan antarbudaya.

References

Abdel-Fadil, M. (2011). The Islam-Online Crisis: A Battle of Wasatiyya vs. Salafi Ideologies? CyberOrient, 5(1), 4–36.

Abdulmajid, A. (2022). Discourse and Terrorism. Perspectives on Terrorism, 16(3), 50–61.

Achruh, A., Rapi, M., Rusdi, M., & Idris, R. (2024). Challenges and Opportunities of Artificial Intelligence Adoption in Islamic Education in Indonesian Higher Education Institutions. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 23(11).

Ainiyah, M., & Setiawan, A. M. (2024). The Brilliant Legacy of Islam in Andalusia 711--1492: The Influence of Islamic Civilization’s Golden Age on Europe’s Renaissance. Jurnal El Tarikh: Journal of History, Culture and Islamic Civilization, 5(2).

Al--Attas, S. M. N. (2014). Prolegomena to the Metaphysics of Islam. Penerbit UTM Press.

Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Prenada Media.

Barak, M., & Levenberg, A. (2016). Flexible thinking in learning: An individual differences perspective. Computers & Education, 99, 39–52. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2016.04.015

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. Routledge.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Byram, M. (1997). Teaching and Assessing Intercultural Communicative Competence. Clevedon. Multilingual Matters.

Clark, R. C., & Lyons, C. (2010). Graphics for learning: Proven guidelines for planning, designing, and evaluating visuals in training materials. John Wiley & Sons.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research (3rd ed.). SAGE Publications.

Fiock, H. (2020). Designing a community of inquiry in online courses. The International Review of Research in Open and Distributed Learning, 21(1), 135–153.

Garrison, R. (2000). Theoretical challenges for distance education in the 21st century: A shift from structural to transactional issues. International Review of Research in Open and Distributed Learning, 1(1), 1–17.

Halliday, M. A. K., & others. (1978). Language as social semiotic. Edward Arnold London.

Hockly, N. (2018). Blended learning. Elt Journal, 72(1), 97–101.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Statistik pesantren di Indonesia 2023.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2023). Program pertukaran pelajar Indonesia-Prancis meningkat 300% sejak 2021.

Kirkpatrick, D., & Kirkpatrick, J. (2006). Evaluating training programs: The four levels. Berrett-Koehler Publishers.

Kress, G. (2001). Multimodal discourse: The modes and media of contemporary communication. Edward Arnold.

Kress, G., & van Leeuwen, T. (2006). Reading Images: The Grammar of Visual Design (2nd ed.). Routledge.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia Learning (2nd ed.). Cambridge University Press.

Mohadi, M., & Tarshany, Y. (2023). Maqasid Al-Shari’ah and the Ethics of Artificial Intelligence: Contemporary Challenges. Journal of Contemporary Maqasid Studies, 2(2), 79–102.

Plass, J. L., Mayer, R. E., & Homer, B. D. (2020). Handbook of game-based learning. Mit Press.

Thompson, R., Chik, A., & Warschauer, M. (2024). Trends in technology-assisted language learning: A 10-year meta-review. Language Learning & Technology, 28(1), 1–23.

Warschauer, M., & Kern, R. (Eds.). (2000). Network-Based Language Teaching: Concepts and Practice. Cambridge University Press.

World Economic Forum. (2024). Future of jobs report 2024: The rise of multilingualism in the global workforce.

Downloads

Published

30-06-2025

How to Cite

Fibriasari, H., Isnaini, M., Solihin, M. D., & Siregar, A. F. (2025). EVALUASI SOSIOSEMIOTIK TERHADAP PENGGUNAAN E-LEARNING UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS DI PESANTREN. JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.24114/jtikp.v12i1.67215