KELAYAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TEKNIK PENGELASAN BERBANTUAN LECTORA INSPIRE

Authors

  • Erma Yulia Universitas Negeri Medan
  • Tigor Maringan Siahaan Universitas Negeri Medan
  • Cristopher Silitonga Universitas Negeri Medan
  • Chrisvian Pardede Univesitas Negeri Medan
  • Johan Pelik Parhusip Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Reza Pratama Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.24114/jtikp.v12i1.67291

Keywords:

kelayakan, multimedia, interaktif, pengelasan, lectora inspire

Abstract

Media pembelajaran untuk mata kuliah pengelasan yang saat ini tersedia di Program Studi Pendidikan Otomotif umumnya berupa buku tercetak dan presentasi PowerPoint, namun media tersebut memiliki keterbatasan dalam penyajian materi karena langkah-langkah kerja pengelasan hanya ditampilkan dalam bentuk gambar.  Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan potensi untuk merancang multimedia interaktif bagi mata kuliah teknik pengelasan, karena hingga kini media pembelajaran semacam itu masih belum tersedia. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan penggunaan multimedia interaktif berbasis Lectora Inspire pada mata kuliah teknik pengelasan, dengan pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model Four-D yang meliputi tahap Define, Design, Development, dan Disseminate. Kelayakan multimedia interaktif melibatkan penilaian dari ahli materi, ahli desain pembelajaran, serta ahli media, dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran angket untuk mengukur tingkat kelayakan.  Penilaian kelayakan oleh para ahli terhadap multimedia dilakukan menggunakan skala Likert, dengan kategori nilai sebagai berikut: 5 (sangat baik), 4 (baik), 3 (cukup), 2 (kurang), dan 1 (sangat kurang), yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kelayakan yang diberikan oleh ahli materi mencapai 90,637%, ahli desain pembelajaran sebesar 95,14%, dan ahli media pembelajaran sebesar 94,69%. Temuan ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif untuk mata kuliah teknik pengelasan yang dikembangkan dinilai sangat layak untuk disebarluaskan.

References

Djannah, S.N., 2020. Audiovisual Media To Improve Sexual-Reproduction Health Knowledge Among Adolescent. International Journal of Evaluation and Research in Education, 9(1):138-143

Fransisca, M.. 2017. Pengujian Validitas, Praktikalitas dan Efektifitas Media E-Learning di SMK, Jurnal Ilmiah pendidikan Teknik Elektro, 2(1): 17-22

Hasanah, and H. Musthofa, (2018. )“Interactive Multimedia Based Mathematics Problem Solving to Develop Student s’ Reasoning,” Int. J. Eng. Technol., vol. 7, no. 2.14,pp. 272–276,

Mas’ud, Muhammad. 2021. Membuat Multimedia Pembelajaran dengan Lactora, cet.ke-3. Yogyakarta: Pustaka Shonif

Munir. (2015).Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Nevrita, Asikin, N., & Amelia, T. 2020. Analisis Kompetensi TPACK Guru melalui Media Pembelajaran Biologi SMA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 8(2):203-2017

Nesbit J, Belfer K. &., Leacock T. (2007). Learning Object Review Instrument (LORI) User Manual v 1.5. Diakses dari: http://www.transplantedgoose.net/gradstudies/educ892/LORI1.5.pdf

Sari, R.T. 2017. Uji Validitas Modul Pembelajaran Biologi Pada Materi Sistem Reproduksi Manusia Melalui Pendekatan Konstruktivisme Untuk Kelas IX SMP. Jurnal Pendidikan Sains, 6(1):22-26

Senjawati, 2020. Peran Guru Kelas Dalam meningkatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran IPA melalui pembelajaran berbasis Etnosains, Integrated Science Education Journal, 1(2): 44-48.

Sriadhi. 2018. Instrumen Penilaian Multimedia Pembelajaran. Medan: Universitas Negeri Medan.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syam, N. 2017. Pengembangan media tutorial pembelajaran IPA berbasis Web untuk peserta didik kelas VII SMPN 5 Palangga, Jurnal Pendidikan Fisika, 5(2)156-174

Tafonao, T. 2018. Peranan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(2):103-114

Thiagarajan, S dan Semmel, (1974). Instructional development for training teacher of exceptional children. Bloomington Indiana: Indiana University

T.K. Neo, M. Neo, W.-J. Kwok, Y.-J. Tan, C.-H. Lai, and C. E. Zarina, (2012 ) “MICE 2.0: Designing multimedia content to foster active learning in a Malaysian classroom,” Australias. J. Educ. Technol., vol. 28, no. 5, pp. 857–880, https://doi.org/10.14742/ajet.821

Trisna Ulfatuzzahra .(2018).“Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Lectora Inspire pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP N 01 Dau Malang”. Skripsi. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Wulandari, Y., Ruhiat, Y., & Nulhakim, L. 2020. Pengembangan Media Video Berbasis Powtoon Pada Matapelajaran IPA di Kelas V. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia 8(2): 269-279

Yanti, I. R., & Meriko, L. (2014). Validasi Pengembangan Modul Fisika Dasar Berbasis Problem Based Instruction untuk Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat. Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains, 1 , 32-38.

Zahra Baiti Ayu Azizah, ST Sukirman, M. S. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Untuk Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Kelas X Smk Muhammadiyah 2 Klaten Utara.

Downloads

Published

30-06-2025

How to Cite

Yulia, E., Siahaan, T. M., Silitonga, C., Pardede, C., Parhusip, J. P., & Pratama, M. R. (2025). KELAYAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TEKNIK PENGELASAN BERBANTUAN LECTORA INSPIRE. JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN, 12(1), 29–38. https://doi.org/10.24114/jtikp.v12i1.67291