Pembelajaran Lintas Budaya dalam Pengembangan Kurikulum PAUD: Sintesis Praktik Terbaik Malaysia, Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia untuk Konteks Indonesia

Penulis

  • Icah Juriah
  • Esra Theresia Sinambela
  • Syifaushudur Harefa Universitas Negeri Medan
  • Anita Yus

DOI:

https://doi.org/10.24114/jt.v15i1.70981

Kata kunci:

Kurikulum PAUD, Pembelajaran Lintas Budaya, Pendekatan Holistik, Kearifan Lokal, Komparasi Internasional

Abstrak

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan potensi anak sebelum memasuki pendidikan formal. Setiap negara mengembangkan kurikulum PAUD yang unik, disesuaikan dengan nilai budaya, filosofi pendidikan, dan kebutuhan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan model kurikulum PAUD di lima negara Malaysia, Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur komparatif dengan menganalisis dokumen kurikulum, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa Malaysia menerapkan kurikulum terstandar dengan fokus holistik, Finlandia menekankan pembelajaran berbasis fenomena dan kesejahteraan anak, Amerika Serikat mengutamakan eksplorasi individual melalui Creative Curriculum, Jepang memfokuskan pembentukan karakter moral, sedangkan Australia mengembangkan pendekatan inklusif melalui Early Years Learning Framework. Meskipun berbeda pendekatan, semua negara memiliki kesamaan dalam menempatkan bermain sebagai media utama pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Penelitian ini merekomendasikan Indonesia untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan inovasi global, memberikan otonomi lebih kepada guru, dan mengembangkan lingkungan belajar inklusif yang menghargai keberagaman budaya anak.

Referensi

Chen, G., Wang, L., & Zhang, Y. (2021). International curriculum comparison in vocational education and training. International Journal for Research in Vocational Education and Training (IJRVET). https://www.pedocs.de/volltexte/2022/23796/pdf/IJRVET_2021_4_Chen_et_al_International_curriculum.pdf

Department of Education Australia. (2022). Belonging, Being & Becoming: The Early Years Learning Framework for Australia (V2.0). Commonwealth of Australia.

Devina, F., Aini, N., & Trisnawati, W. (2023). Penguatan karakter berbasis kearifan budaya lokal pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5234-5247. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4892

Hasibuan, R. (2023). Exploring the similarities and differences among the kinds of the implemented curriculums in TEFL. Progress: Journal of Language Education and Applied Linguistics, 13(2). https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/progress/article/download/2710/913/9189

Jackman, H. L. (2020). Early education curriculum: A child's connection to the world (8th ed.). Cengage Learning.

Kamarudin, K. (2022). Pelaksanaan Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK) di Malaysia: Cabaran dan penambahbaikan. Jurnal Ilmu Manajemen Universitas Merah Putih. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/964

Kementerian Pendidikan Malaysia. (2017). Kurikulum Standard Prasekolah Kebangsaan (KSPK): Edisi Semakan 2017. Bahagian Pembangunan Kurikulum, Kementerian Pendidikan Malaysia.

Lestariningrum, A., & Wijaya, I. P. (2019). Pengembangan model pembelajaran berbasis budaya lokal untuk meningkatkan kompetensi anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 483-495. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i2.256

Mohd Azahar Madar & Mohd Syaubari Othman. (2022). Modul Pembelajaran KSPK. Kementerian Pendidikan Malaysia.

Mustapha, R. (2019). Play-based learning and holistic development in Malaysian preschools. International Journal of Early Childhood Education and Care, 8(1), 23-35. https://doi.org/10.37134/ijecce.vol8.1.3.2019

Nasir, A. (2022). Similarities and differences between Indonesia's curriculum and another country's curriculum. International Journal of Education, Social Sciences, and Management (IJESSM), 2(3). https://doi.org/10.52121/ijessm.v2i3.121

Nirmala, S. D., & Rudiyanto, R. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka pada pendidikan anak usia dini: Tantangan dan strategi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 234-248. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i1.3456

Nordin, A. B. (2018). Early childhood education in Malaysia: Policies and practices. Penerbit Universiti Malaya.

Rahayu, D. I., & Maryati, S. (2021). Pembelajaran yang menyenangkan untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2), 103-115. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i2.42156

Sahlberg, P. (2021). Finnish lessons 3.0: What can the world learn from educational change in Finland? Teachers College Press. https://www.tcpress.com/finnish-lessons-3.0-9780807764800

Wartani, N. K., & Yuliantina, I. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam kurikulum PAUD untuk penguatan identitas budaya anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 112-126. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.5234

Yoshida, M. (2021). Moral education and character formation in Japanese schools. Routledge.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28

Cara Mengutip

Pembelajaran Lintas Budaya dalam Pengembangan Kurikulum PAUD: Sintesis Praktik Terbaik Malaysia, Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia untuk Konteks Indonesia. (2026). Jurnal Tematik, 15(1), 46-53. https://doi.org/10.24114/jt.v15i1.70981